close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri Budi Arie Setiadi menuju ke Kantor Kementerian Kominfo di Jalan Medan Merdeka Barat 9 Jakarta Pusat, Senin (17/7/2023).  Foto: Kemkominfo
icon caption
Menteri Budi Arie Setiadi menuju ke Kantor Kementerian Kominfo di Jalan Medan Merdeka Barat 9 Jakarta Pusat, Senin (17/7/2023). Foto: Kemkominfo
Nasional
Senin, 17 Juli 2023 16:05

Kebocoran 300 juta NIK, Budi Arie: Ada yang punya 2 NIK!

Penduduk Indonesia saat ini masih ada di kisaran 270 juta. Sementara, data NIK yang bocor justru berjumlah 300 juta.
swipe

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menduga, adanya kejanggalan ketika kebocoran data 300 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) diketahui. Dugaan itu terkait kepemilikan NIK yang tidak hanya dipunyai oleh satu orang.

Budi Arie mengatakan, penduduk Indonesia saat ini masih ada di kisaran 270 juta. Sementara, data NIK yang bocor justru berjumlah 300 juta.

“Ada 300 juta NIK bocor. Padahal penduduk Indonesia hanya 270 juta berarti orang Indonesia nih ada yang (punya) lebih dari dua NIK nya,” katanya di Gedung Kemenkominfo, Senin (17/7).

Ia mengaku, tidak ingin berfokus lebih lama di dugaan tersebut dan tidak menuntaskan isu kebocoran data ini. Maka dari itu dirinya akan menyiapkan penanganan untuk penyelesaian masalah ini.

 “Ini pekerjaan rumah kita akan bagi tugas segera,” ujarnya.

Secara teknis, Dirjen IKP Kementerian Kominfo Usman Kansong mengatakan, pihaknya akan mendengarkan laporan dari masing-masing pihak terkait. Jika memang ada kebocoran. Maka, BSSN akan melakukan audit dan mencari tahu letak dan jumlah data yang bocor.

Setelah audit setelah dilakukan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) akan memberikan laporan kepada Kominfo. Jika terbukti pengendali data yang melakukan kesalahan maka akan diberi sanksi.

“Periksa, kita biasanya akan memanggil atau berkoordinasi dengan yang namanya pengendali data, dalam hal ini kalau dukcapil itu kan adanya di Kemendagri, nanti kita akan koordinasi termasuk juga dengan BSSN,” katanya, di Gedung Kemenkominfo, Senin (17/7).

Sebelumnya, media sosial juga ramai soal 34 juta data paspor warga RI yang diduga bocor dan diperjualbelikan.

Tim dari Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian (SISTIK) dan Direktorat Intelijen Keimigrasian Ditjen Imigrasi berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo dan BSSN melakukan investigasi terkait rumor kebocoran data paspor ini.

"Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tidak ada data biometrik paspor RI yang bocor. Data biometrik paspor serta data dukung permohonan paspor semua aman," tutur Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim, dikutip dari keterangan pers.

Silmy melanjutkan, data yang diduga bocor adalah data teks yang struktur datanya bukan data yang digunakan oleh Ditjen Imigrasi saat ini.

Pelakunya diduga bernama RRR dan memiliki sejumlah informasi pribadi masyarakat Indonesia. Hal itu diketahui dari Akun Twitter @DailyDarkWeb menyebutkan peretas aliss hacker dengan nama akun RRR mengklaim dirinya memiliki 337 juta baris data. Informasi dijual di forum hacker.

Data Dukcapil yang diduga bocor, antara lain, berisi informasi soal nama, NIK, nomor KK, tanggal lahir, alamat, nama ayah, nama ibu, NIK ayah, NIK ibu, nomor akta lahir dan akta nikah, hingga tanggal pencetakan KTP.

 

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan