sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kejagung periksa 2 tersangka kasus ASABRI cari bukti baru

Tersangka kasus ASABRI Ilham W Siregar dan Harry Prasetiyo diperiksa di Rutan Tanggerang.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 07 Mei 2021 21:39 WIB
Kejagung periksa 2 tersangka kasus ASABRI cari bukti baru

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) periksa dua tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI, yakni Ilham W Siregar dan tersangka Harry Prasetiyo. Keduanya diperiksa guna mencari alat bukti baru kasus tersebut.

“Pemeriksaan dilakukan di Rutan Kelas I Tanggerang,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan resminya, Jumat (7/6).

Selain keduanya, lanjut Eben, pemeriksaan juga dilakukan terhadap Dirut PT Ciptadana Asset Mangement berinisial PKR dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Pemeriksaan PKR, kata Eben, diperlukan karena penyidik membuka peluang penetapan tersangka korporasi. “Pemeriksaan saksi terkait pembelian Reksadana Cipta Dinamis Proteksi II dan Reksadana Cipta Balance di PT Ciptadana Aset Manajemen,” tuturnya.

Sponsored

Untuk diketahui, dalam perkara ASABRI telah dilakukan penghitungan sementara oleh penyidik dengan nilai kerugian Rp23,7 triliun. Dalam rangka pengembalian kerugian negara itu telah disita aset berupa ribuan hektare tanah, empat tambang, puluhan kapal, puluhan bus, sejumlah mobil, sejumlah lukisan emas, sejumlah perhiasan, dan sejumlah apartemen.

Dalam perkara ASABRI, Kejagung menetapkan sembilan tersangka, yakni Dirut ASABRI 2011-2016, Adam Rahmat Damiri; Dirut ASABRI 2016-2020, Soni Widjaya; Heru Hidayat; Benny Tjokro; Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi; eks Direktur Investasi ASABRI, Hari Setiyono; mantan Direktur Keuangan ASABRI, Bachtiar Effendy; mantan Kepala Divisi Investasi ASABRI, Ilham W Siregar; dan Dirut PT Jakarta Emiten Investor Relationship, Jimmy Sutopo.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Berita Lainnya