sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kekerasan terhadap Ade Armando bukti ada kelompok anarko

Penyusupan anarko tidak berarti bahwa pihak kepolisian telah kecolongan.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Rabu, 13 Apr 2022 17:24 WIB
Kekerasan terhadap Ade Armando bukti ada kelompok anarko

Pengamat Intelijen, Stanislaus Riyanta, memandang penyusupan kelompok anarko dalam demonstrasi pada 11 April 2022 adalah hal yang benar. Hal itu terlihat dengan aksi kekerasan yang kemudian menimpa pegiat media sosial sekaligus akademisi Universitas Indonesia, Ade Armando.

Menurutnya, dengan hasil identifikasi bukan berasal dari golongan mahasiswa semakin menjelaskan teori tersebut. Namun ia meminta, kepada kepolisian untuk penyelidikan lebih detail terhadap kelompok anarko yang menyerang Ade Armando.

“Penyusupan memang ada terbukti pada aksi kekerasan pada Ade Armando pelakunya yang bisa diidentifikasi bukan mahasiswa. Ini bukti ada penyusupan di aksi mahasiswa. Terkait dari kelompok mana penyusupnya harus diselidiki lebih detail, tetapi fakta bahwa ada penyusup di aksi mahasiswa itu sudah terbukti,” kata Stanislaus kepada Alinea.id, Rabu (13/4).

Penyusupan tersebut, kata Stanislaus, menunjukkan komitmen kelompok anarko untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah.  Namun, sikapnya ditunjukkan dengan aski kekerasan dan vandalisme.

Ia melihat juga, penyusupan tidak berarti bahwa pihak kepolisian telah kecolongan. Sebab, penangkapan dilakukan langsung seakan telah menargetkan orang-orang tersebut.

Menurutnya, polisi telah melakukan langkah preventif dengan melakukan pengawasan terhadap orang-orang yang berasal dari kelompok anarko. Hal itu sudah masuk dalam prediksi Korps Bhayangkara untuk membuat demonstrasi berjalan tanpa kerusuhan.

“Walaupun dalam aksi unjuk rasa tersebut terjadi beberapa kejadian, namun bukan kecolongan,” ujar Stanislaus.

Stanislaus menyampaikan, orang-orang yang melakukan kekerasan dengan menyamar sebagai pengendara ojek online tidak lagi mengherankan. Sebab, hal tersebut dianggap bagian dari tindakan untuk menjalankan operasi mereka.

Sponsored

“Anarko menyusup dan untuk menyusup tentu diperlukan siasat supaya tidak diketahui oleh aparat,” ucap Stanislaus.

Sebelumnya, Polri membeberkan dugaan adanya penyusupan kelompok anarko saat mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4) kemarin. Penyusupan itu berujung ricuh dan pengeroyokan terhadap pegiat media sosial Ade Armando.

Meski demikian, Polri memastikan pelaku pengeroyokan Ade Armando bagian dari kelompok anarko. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo menuturkan, keberadaan kelompok anarko terekam di video yang menggambarkan situasi rusuh di depan Gedung DPR RI.

Mereka menyusup dengan menggunakan pakaian hitam, pakaian khas kelompok ini. "Kelihatan polanya (kelompok Anarko). Saat ini sedang didalami oleh Polda Metro Jaya," kata Dedi kepada Alinea.id, Selasa (12/4).

Dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan adanya sekelompok pemuda tengah menyerang para personel Brimob yang menggunakan motor. Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan kelompok pemuda tersebut tidak hanya menggunakan pakaian hitam, tetapi juga terdapat pemuda yang menggunakan jaket ojek daring.

Dedi memastikan, Polda Metro Jaya telah mengumpulkan bukti para penyusup di aksi demo mahasiswa depan Gedung DPR itu. Penyidik, kata dia, tidak segan-segan menetapkan status tersangka bagi pihak yang terbukti melakukan pidana.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, demo mahasiswa dilakukan pada 11 April 2022. Demo terbagi dalam dua lokasi, yakni Patung Kuda, Jakarta Pusat, dan depan Gedung DPR RI.

Demo dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), kelompok buruh, dan kelompok ormas. Sebanyak 1.500 personel Polri melakukan pengamanan demo di dua lokasi itu.

Berita Lainnya