sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kepemimpinan perempuan di Indonesia belum begitu signifikan

Dikarenakan kebutuhan untuk mensejahterakan dan meningkatkan kualitas hidup perempuan itu sendiri.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Jumat, 16 Okt 2020 23:44 WIB
Kepemimpinan perempuan di Indonesia belum begitu signifikan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Pemimpin perempuan yang menonjol di Indonesia masih sangat minim. Padahal, Indonesia memiliki sejarah panjang mengenai perempuan Indonesia yang menonjol pada masanya. Sebut saja RA Kartini dan Cut Nyak Dien.

“Era saat ini, salah satunya Megawati. Dia adalah tokoh politik yang juga presiden pertama wanita di Indonesia. Juga ada Puan Maharani yang sekarang menjabat sebagai ketua DPR,” jelas Wakil Ketua Komnas Perempuan Olivia C Salampessy, Jumat (16/10). 

Namun Olivia menambahkan kepemimpinan perempuan di Indonesia belum begitu signifikan. Dikarenakan kebutuhan untuk menyejahterakan dan meningkatkan kualitas hidup perempuan itu sendiri. Itulah yang menjadi salah satu permasalahan mengapa kepemimpinan perempuan masih sangat minim di Indonesia. 

“Kepemimpinan perempuan yang masih minim ini, akan memiliki dampak yang cukup banyak terhadap kebijakan publik yang diambil,” tutur Olivia. 

Sponsored

Misalnya yang menyangkut berbagai isu dan permasalahan perempuan itu sendiri. Salah satunya seperti masalah anak. Di mana persoalan anak harus ditangani perempuan. Padahal di situ juga ada hak sosial dan politk dari perempuan yang seharusnya juga dilindungi dan dilaksanakan. 

Untuk itulah, keberadaan kepemimpinan perempuan yang kuat menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Tentunya kepemimpinan perempuan tersebut harus dapat menciptakan perempuan Indonesia yang aman, sejahtera, dan berdaulat.

Berita Lainnya