sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wapres: Kerukunan antarumat beragama kunci utama menjaga keutuhan bangsa

Wapres minta, MATAKIN mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Minggu, 14 Feb 2021 19:36 WIB
Wapres: Kerukunan antarumat beragama kunci utama menjaga keutuhan bangsa

Keberagaman Indonesia merupakan keunikan tersendiri yang menjadi kebanggaan. Namun, tidak sedikit pula konflik yang terjadi akibat keberagaman itu sendiri. Untuk itu, dibutuhkan upaya menciptakan kerukunan antarumat agar dapat menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

"Saya berharap seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas), terutama yang berbasis agama, untuk terus berperan dan berkontribusi dalam upaya ikut menjaga kerukunan antarumat beragama, membangun kesatuan dan keutuhan nasional, karena kerukunan adalah faktor utama dalam menjaga keutuhan bangsa," kara Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin pada Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2572 Kongzili melalui konferensi video, Minggu (14/02).

Selain menjaga kerukunan, Wapres juga meminta, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) yang sebagian besar warganya merupakan pelaku usaha, dapat mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19 ini.

Dia mengapresiasi, partisipasi organisasi tersebut dalam menanggulangi dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada MATAKIN dan segenap umat Konghucu, atas peran serta dan kontribusi yang telah diberikan dalam membantu masyarakat mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan," ujar Wapres.

Menurut dia, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk melakukan percepatan penanganan pandemi sekaligus untuk pemulihan ekonomi nasional.

"Kunci utamanya adalah kedisiplinan untuk menerapkan protokol kesehatan, di mana kita harus melakukan penyesuaian untuk tetap beraktivitas dan produktif," ujarnya.

Selain itu, Wapres juga mendorong, peran para pemuka agama untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Sponsored

"Nasihat dan bimbingan pemuka agama akan memperkuat keyakinan dan kepatuhan umatnya tentang akibat apabila tidak menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.

Wapres juga berharap, kondisi ekonomi nasional dapat dipulihkan secara cepat melalui dukungan dari organisasi masyarakat.

"Saya berharap dukungan MATAKIN dan seluruh umat Konghucu akan memberikan dampak yang berarti bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional," harapnya.

Wapres pun optimis bangsa Indonesia mampu menghadapi masa sulit dan mampu bangkit dari pandemi ini. "Saya percaya dengan semangat dan usaha yang terbaik, diiringi doa, serta inovasi dan kreativitas, kita dapat melewati masa sulit ini serta dapat kembali membangun Indonesia yang lebih baik," ujarnya.

"Selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek ke-2572 kepada umat Khonghucu. Semoga perlindungan dan berkah Yang Maha Kuasa, serta upaya membersihkan hati, menyucikan nurani, dan berusaha supaya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag), Yaqut Choil Qoumas menyampaikan, agar perayaan Tahun Baru Imlek kali ini dapat dijadikan momentum melakukan refleksi diri untuk dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi.

"Hakikat tahun baru bukanlah pesta pora tapi mengoreksi perjalanan yang lalu, bersyukur terhadap kesempatan yang diberikan lagi, dan merencanakan pembaruan pada perjalanan berikutnya," ucap Yaqut.

Turut hadir pada acara tersebut secara virtual Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat MATAKIN Xs. Budi Santoso Tanuwibowo, Ketua Kehormatan MATAKIN Jimly Asshiddiqie, serta Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj.

Berita Lainnya