sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Longsor di tambang Freeport disebut gara-gara hujan deras

Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihak perusahaan pun telah mengevakuasi beberapa karyawan pascakejadian tersebut.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 04 Mar 2019 21:26 WIB
Longsor di tambang Freeport disebut gara-gara hujan deras

Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, mengatakan longsor yang terjadi di lokasi pertambangan sebenarnya terjadi pada Sabtu, 2 Maret 2019 sekitar pukul 12.35 WIT . Menurutnya, penyebab terjadinya longsor di area Mile 74 itu karena faktor cuaca.

“Kejadian tanah longsor di area pabrik bagian atas area Mile 74 karena hujan deras yangg cukup lama,” kata Riza saat dikonfirmasi dari Jakarta pada Senin, (4/3).

Riza menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihak perusahaan pun telah mengevakuasi beberapa karyawan pascakejadian tersebut. Adapun area longsor saat ini sedang dalam proses observasi oleh pihak PT Freeport.

Meski terjadi bencana longsor, kata Riza, tidak mengganggu jalannya operasional pertambangan. Saat ini pun Riza menyebut kegiatan operasional pertambangan sudah berjalan normal. Namun begitu, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi. 

"Itu bukan daerah tambang, tapi dekat area pabrik pengolahan. Tidak berdampak pada produksi. Proses produksi berjalan normal," kata Riza. 

Selain itu, Riza mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi untuk menghitung jumlah nilai kerugian akibat insiden itu.

Sementara Kapolres Mimika, Papua, AKBP Agung Marlianto, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden longsor yang terjadi di Mile 74 Distrik Tembagapura, dekat pabrik pengolahan biji tembaga dan emas PT Freeport Indonesia(PTFI).

“Tidak ada korban jiwa maupun aset perusahaan yang mengalami kerusakan. Semua sudah ditangani dan pada Sabtu (2/3) pukul 17.00 WIT. Akses jalan yang sempat ditutup material longsor pun sudah bisa dilalui,” kata Agung.

Sponsored

Adapun pihaknya, kata Agung, menerima informasi kejadian longsor tersebut pada Sabtu (2/3) petang. Pihak yang melaporkan yakni Kapolsek Tembagapura dan pihak Security Risk Manajemen PT Freeport Indonesia. Longsor yang terjadi di dekat sarana vital PTFI tersebut akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Tembagapura dalam beberapa pekan terakhir.

"Kondisi di sana memang sangat rentan terjadi longsor karena curah hujan tinggi dan di sekeliling itu merupakan tebing batu yang setiap saat bisa saja terjadi longsor. Perusahaan sudah membuat langkah-langkah antisipasi seperti pembuatan teras sering untuk mencegah longsor dan pascalongsor, mereka sudah sangat tanggap,"ujarnya.

Menurut Kapolres, penanganan berbagai kejadian seperti bencana longsor di kawasan pertambangan PTFI selama ini cepat teratasi, mengingat perusahaan itu memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

"Kalau ada kejadian seperti in,i kita tidak bisa leluasa untuk masuk ke area perusahaan karena harus mendapat izin dari mereka. Perusahaan juga sudah secara mandiri bisa mengatasi kondisi yang terjadi. Terkecuali kalau ada korban jiwa kepolisian pasti terlibat untuk melakukan pendataan sekaligus mengevakuasi korban," ujar Kapolres Agung.

Seperti diketahui, pabrik pengolahan biji tembaga dan emas PTFI berada sekitar empat mile di sisi Utara Kota Tembagapura. Selain kawasan pabrik pengolahan biji tembaga dan emas, di lokasi itu juga terdapat fasilitas kereta gantung (tram) untuk mengangkut pekerja yang hendak menuju lokasi tambang terbuka Grasberg ataupun pekerja yang baru pulang kerja menuju tempat tinggal mereka di Mil 72 dan Tembagapura.

Berita Lainnya