sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mahfud MD nilai Said Aqil dan Haedar Nashir mampu jaga orang lain dari Covid-19

Haedar Nashir sempat tolak bertemu dengan Mahfud MD.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 30 Nov 2020 12:41 WIB
Mahfud MD nilai Said Aqil dan Haedar Nashir mampu jaga orang lain dari Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku pernah menghubungi Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir pada Kamis (26/11) sore, untuk silaturahmi.

Namun, lanjut Mahfud, Haedar Nashir meminta untuk tidak ditemui dulu, karena baru saja bertemu dengan seseorang yang dinyatakan positif Covid-19. Haedar Nashir, kata dia, khawatir terjadi penularan Covid-19 sehigga bersepakat untuk berbicara via telepon cukup lama pada malam harinya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga mengaku sempat berbicara dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj di kantornya, pada Kamis (26/11) sekitar pukul 14.30 WIB. Kemudian, pada Minggu pagi (29/11), Said Aqil Siradj mengabarkan dirinya terinfeksi Covid-19.

“Beliau menyarankan saya lakukan swab karena tiga hari sebelumnya kami ngobrol. Saya pun segera swab,” tulis Mahfud dalam akun Twitter pribadinya @mohmahfudMD, Senin (30/11).

Mahfud mengapresiasi dan menghormati sikap kedua pemimpin organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia tersebut.

“(Haedar Nashir dan Saiq Aqil Sirajd) selain menjaga dirinya juga menjaga orang lain dari bahaya Covid-19. Keduanya terbuka memberitahu tentang serangan atau ancaman Covid-19 pada dirinya dan meminta agar orang lain yang berinteraksi untuk memeriksa dirinya atau tidak menemuinya dulu,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dinyatakan terpapar Covid-19 setelah melakukan pemeriksaan tes usap (swab test) secara polymerase chain reaction (PCR) pada Sabtu (28/11), pukul 19.30 WIB.

Said Aqil Siradj menyatakan, Covid-19 bukanlah aib yang perlu ditutup-tutupi karena bisa menimpa siapa saja dan dari latar belakang apapun.

Sponsored
Berita Lainnya