sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

May Day, Ganjar: Tidak perlu unjuk rasa

"Lebih baik tidak usah (unjuk rasa). Dialog saja," rayu Ganjar.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Sabtu, 01 Mei 2021 07:54 WIB
May Day, Ganjar: Tidak perlu unjuk rasa

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengajak para pekerja tidak menggelar unjuk rasa dalam memeringati Hari Buruh Internasional (May Day), yang diperingati setiap tanggal 1 Mei. Kilahnya, berpotensi menjadi lokasi penyebaran Covid-19.

"Tidak perlu unjuk rasa karena Covidnya belum selesai bahkan kita kemarin masih menemukan peningkatan-peningkatan di beberapa tempat," ucapnya di Kota Semarang, Jumat (30/4).

Penularan tersebut, sambung dia mencontohkan, terjadi di Pati karena ada warga terkonfirmasi Covid-19 yang pulang kampung jelang Lebaran. "Terus kemudian membuat acara di rumah (dan yang) lainnya ketularan. Ini hati-hati."

Dibandingkan demonstrasi, menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, para buruh sebaiknya merayakan May Day dengan diskusi virtual. Dalihnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng takkan "tutup mata" mengawasi kebijakan terkait pekerja.

"Lebih baik tidak usah (unjuk rasa). Dialog saja," rayu Ganjar, menyitir situs web Pemprov Jateng.

Dirinya melanjutkan, akan mengadakan dialog virtual bersama sejumlah buruh pada hari ini. Ganjar siap mengundang yang lainnya apabila ingin berpartisipasi.

"Kita harapkan nanti (dalam diskusi virtual) saling bisa memberikan manfaat yang lebihlah dan mencari solusi obrolan dengan enak. Saya mau kasih hadiah pada mereka, nanti di-share (tautannya). Mau ikut boleh," tuturnya.

Di sisi lain, bekas anggota DPR ini mengklaim, telah mengingatkan kepada pengusaha dan perusahaan agar pembayaran tunjangan hari rayat (THR) para buruh sesuai kebijakan dan ketentuan berlaku.

Sponsored

"Sehingga kita harapkan harmoni atau hubungan antara buruh dan pengusahanya nanti berjalan dengan baik. Kita membuka ruang-ruang yang baik,” tutup Ganjar.

Berita Lainnya