sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menko PMK: Bansos menggunakan beras produksi lokal

Perum Bulog diharapkan menyerap hasil produksi beras lokal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan daya beli petani. 

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 27 Jul 2021 09:56 WIB
Menko PMK: Bansos menggunakan beras produksi lokal

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, meminta, penyaluran bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (kg) selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)  memanfaatkan beras hasil dari petani lokal. 

Bansos dari Perum Bulog diharapkan juga dapat menyerap hasil produksi beras lokal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan daya beli petani. 

"Karena itu, harga pembelian dari pihak yang punya otoritas saya minta juga betul-betul terkendali dengan baik. Jangan sampai merugikan petani," ucapnya saat mengecek pasokan beras di Gudang Bulog Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), Klandasan Ilir, Kalimantan Timur, Senin (26/7). 

Dia juga mendesak, pihak Perum Bulog Wilayah Kaltimra agar tidak menggunakan beras impor untuk bansos. Dalam pengecekannya di Gudang Bulog Wilayah Kaltimra, Muhadjir memastikan, beras impor stok lama dipisahkan dan tidak digunakan.

"Tadi sudah saya lihat beras impor yang sudah dua sampai tiga tahun yang lalu, saya lihat ditaruh di tempat sendiri, dan yang akan digunakan untuk bansos ini adalah beras produksi lokal," tutur Muhadjir.

Kualitas beras yang akan disalurkan sebagai bansos, kata dia, harus sama dengan beras yang dikonsumsi sehari-hari. Gudang Bulog Wilayah Kaltimra telah menggunakan beras kualitas medium untuk disalurkan kepada keluarga penerima manfaat.

Diketahui, pemerintah melalui Perum Bulog memberikan tambahan bansos berupa bantuan beras selama PPKM Level 4. Perum Bulog Wilayah Kaltimra akan memberikan bantuan beras 10 kg bagi keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 111.536 KPM untuk Kalimantan Timur. Lalu, 30.146 KPM untuk Kalimantan Utara

Saat ini, total bantuan beras yang disalurkan sudah sebanyak 2.123 KPM (1,9%) di Kalimantan Timur, dan 627 KPM (2,08%) di Kalimantan Utara. Penyaluran bantuan beras ke KPM dinilai masih rendah. Diharapkan Perum Bulog bersama PT Pos sebagai Transporter mempercepat proses penyaluran bantuan beras kepada KPM. 

Sponsored

Sementara itu, Kepala Kanwil Bulog Divre Kaltimra Arrahim K. Kanam mengatakan, pihaknya menargetkan awal Agustus sudah bisa tersalur untuk seluruh Kaltim dan Kaltara. Pasokan beras lokal yang akan disalurkan, kata dia, aman dan sudah siap menyerap beras dari petani lokal untuk pasokan ke depannya.

Berita Lainnya