sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jaga daya saing, Menkop UKM dorong pelaku UMKM bangun brand bersama

Industri kreatif di Bandung didorong melakukan konsolidasi dalam satu payung brand bersama.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Senin, 14 Jun 2021 09:58 WIB
Jaga daya saing, Menkop UKM dorong pelaku UMKM bangun brand bersama

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan pelaku UMKM harus mulai masuk ke produk-produk inovasi berbasis teknologi. Hal tersebut agar memiliki daya saing dalam bisnis.

Hal itu disampaikan saat berdiskusi dengan Komunitas Kuliner Bandung, Jawa Barat (Jabar) di Orbital Dago, Kota Bandung, beberapa waktu lalu Dalam kesempatan itu Menkop UKM didampingi Staf Khusus (Stafsus Presiden) Putri Tanjung.

"Era digital ini dengan pasar terbuka lebar, kita harus siap bersaing dalam arti unggul produknya dan meningkat kapasitas usaha agar sanggup memenuhi permintaan pasar," kata Teten dikuti dari laman setkab.go.id.

Karena itu, dia mendorong, industri kreatif Bandung melakukan konsolidasi dalam satu payung brand bersama. "Kalau bergabung dalam satu brand bersama akan memiliki kekuatan lebih dalam bersaing. Ketimbang jalan sendiri-sendiri dengan brand kecil," ujarnya.

Lalu, Menkop UKM mencontohkan, di Payakumbuh, Sumatra Barat, terdapat Dapur Bersama (Rumah Produksi Bersama) dalam memproduksi rendang yang merupakan makanan khas Sumatra Barat.

"Bila seperti itu, otomatis konsolidasi usaha dan brand akan tercipta. Dan merger usaha akan menghasilkan kekuatan besar dalam bisnis modern seperti sekarang ini," beber dia.

Dalam kesempatan itu, Teten juga menegaskan bahwa  pemerintah terus menyiapkan ekosistem bisnis agar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki akses ke pasar digital dan pembiayaan.

"Porsi kredit perbankan untuk UMKM akan ditingkatkan hingga 30% hingga akhir 2024. Begitu juga dengan KUR (Kredit Usaha Rakyat) terus dipermudah untuk perkuatan permodalan UMKM," klaimnya.

Sponsored

Selain itu, dia menambahkan, pemerintah juga mempunyai kebijakan bahwa 40% belanja pemerintah harus menyerap produk UMKM yang nilainya mencapai Rp460 triliun per tahun.

"Kami juga mendorong produk UMKM untuk bisa masuk rantai pasok industri," ucapnya.

Senada dengan Teten, Stafsus Presiden Putri Tanjung juga menekankan mengenai pentingnya kolaborasi untuk keberhasilan para pelaku usaha.

"Kondisi saat ini, langkah kolaborasi merupakan kunci keberhasilan bisnis di era sekarang," ujar Putri.

"Di tengah pandemi ini, demand market sudah berubah. Kita harus mampu menciptakan bisnis model yang sesuai dengan kebutuhan pasar," lanjutnya.

Berita Lainnya