sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Nginap di Villa Stefani, 16 rombongan RSUD Tarakan masih hilang

Rombongan wisata RSUD Tarakan memberangkatkan 54 orang. Terdiri atas 20 orang karyawan rumah sakit. Sisanya anggota keluarga.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 24 Des 2018 07:31 WIB
Nginap di Villa Stefani, 16 rombongan RSUD Tarakan masih hilang

Sebanyak 16 orang yang tergabung dalam rombongan wisata koperasi karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan diduga turut menjadi korban tsunami yang terjadi di Selat Sunda. Mereka diketahui sampai saat ini masih belum ditemukan oleh tim evakuasi Pemprov DKI Jakarta.

"Sementara 16 anggota rombongan masih dalam pencarian, kemungkinan beberapa sudah tersebar di RSUD Serang atau Pandeglang dan mungkin ada beberapa yang belum ditemukan," kata Direktur Utama RSUD Tarakan, Dian Ekawati, di Jakarta.

Dian menjelaskan, rombongan wisata dari RSUD Tarakan memberangkatkan total 54 orang. Rinciannya, terdiri atas sebanyak 20 orang merupakan karyawan rumah sakit. Sedangkan sisanya adalah anggota keluarga.

“Mereka pergi Sabtu Pagi ke Pantai Carita dan menginap di Villa Stefani. Rencananya akan pulang Minggu malam ini,” ujar Dian.

Selain 16 korban yang masih dalam pencarian, kata Dian, sudah ada 11 orang yang telah dievakuasi oleh tim Pemprov DKI Jakarta dan dirawat di RSUD Tarakan tercatat sembilan orang rombongan RSUD Tarakan dan dua orang warga DKI.

"Lalu ada 18 korban sedang dalam perjalanan serta dalam laporan ada 10 orang meninggal dunia yang semuanya merupakan karyawan peserta koperasi yang lima di antaranya sudah dibawa keluarga," ucap Dian.

Dian menerangkan, pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan instanssi terkait lainnya telah melakukan berbagai upaya untuk mengevakuasi dan membantu korban bencana tsunami Selat Sunda.

Pemprov DKI mengirimkan puluhan tim medis, 13 ambulans dari RSUD Tarakan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemakaman, serta mengirimkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tim SAR untuk membantu proses evakuasi.

Sponsored

Seperti diketahui, gelombang tinggi tsunami menerjang kawasan pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan. Gelombang yang belakangan disebut tsunami itu terjadi diduga akibat adanya erupsi dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) pukul 21.10 WIB. (Ant)

Berita Lainnya