sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemprov DKI akan sediakan penampungan sementara untuk pencari suaka

Lokasi penampungan sementara masih dikaji bersama Kemensos dan UNHCR.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 18 Sep 2019 16:42 WIB
Pemprov DKI akan sediakan penampungan sementara untuk pencari suaka

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali menyediakan tempat tinggal sementara untuk para pencari suaka. Namun belum ada lokasi pasti yang akan dihuni para pengungsi yang sebelumnya menempati bekas gedung kodim di Kalideres, Jakarta Barat. 

Untuk keperluan itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

"Kita tidak akan mengusir begitu saja, karena mereka pun tidak punya tempat lain untuk tinggal. Tapi kita siapkan, ini akan dibicarakan tiga pihak," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (18/9).

Meski demikian, lokasi yang disediakan Pemprov DKI hanya akan menjadi tempat tinggal sementara. Selanjutnya, para pencari suaka akan ditempatkan di lokasi milik Kementerian Sosial di daerah Bambu Apus.

Pemprov tidak cuma akan menyediakan tempat tinggal sementara, kebutuhan dasar para pengungsi juga disediakan, seperti makanan, minuman, serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus.

Adapun untuk mengkoordinasikan tempat tinggal sementara bagi para pengungsi, tiga lembaga tersebut dijadwalkan melakukan pertemuan hari ini. Pertemuan tersebut akan membahas lokasi yang dimiliki Pemprov DKI serta kebutuhan yang diperlukan para pengungsi.

"Intinya adalah mereka saat ini masih belum memilki tempat, karena belum bisa dipindah ke Bambu Apus. Siang ini akan dibicarakan. Akan dicarikan tempat sementara," ucap Anies.

Setelah meninggalkan tempat penampungan sementara di bekas gedung kodim di Kalideres, Jakarta Barat, pada 31 Agustus 2019 lalu, para pencari suaka terpencar di sejumlah lokasi berbeda. Sebagiannya menempati trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang berada di depan kantor UNHCR.

Sponsored

Anies menyebut terdapat 81 orang yang tinggal di trotoar Kebon Sirih. Puluhan pencari suaka itu terdiri dari tujuh warga Sudan dan 74 warga Afghanistan.

Berita Lainnya