close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Yenny Wahid dalam konferensi pers Peringatan Harlah Satu Abad NU di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (20/6). Alinea.id/Gempita Surya.
icon caption
Yenny Wahid dalam konferensi pers Peringatan Harlah Satu Abad NU di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (20/6). Alinea.id/Gempita Surya.
Nasional
Selasa, 21 Juni 2022 06:55

Peringatan Satu Abad NU usung semangat kebangkitan

Puncak perayaan Satu Abad NU akan digelar tahun depan di Jakarta.
swipe

Organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) membuka rangkaian acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad NU. Yenny Wahid selaku Ketua Pelaksana (Organizing Committee) mengungkapkan, usia satu abad NU menjadi momen kebangkitan atau dalam bahasa lain disebut Renaisans.

"Renaisans mengindikasikan lahirnya suatu peradaban baru. Itu semangat yang diusung," kata Yenny dalam konferensi pers Peringatan Harlah Satu Abad NU di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (20/6) malam.

Peringatan 100 tahun NU akan jatuh pada tahun depan, namun rangkaian acara dari perayaan ini sudah akan dimulai sejak tahun ini. Yenny mengatakan, ada sejumlah agenda yang ingin dicapai dalam menyambut satu abad NU.

"Yang paling utama adalah melakukan kontekstualisasi ulang dari berbagai macam gerakan-gerakan yang menjadi dasar dari NU selama ini," ujarnya.

Gerakan ini misalnya, berkaitan dengan ekonomi umat dan pemikiran-pemikiran NU yang berakar pada tradisi. Selain itu, gerakan tersebut juga berkontribusi pada pembentukan dunia yang berkeagamaan dan kepemimpinan dunia yang mengakar pada tradisi.

Yenny menyebut, ada sembilan program utama dalam rangkaian peringatan satu abad NU. Kesembilan program tersebut, yakni Religion of Twenty (R-20), Muktamar Internasional Fiqih Peradaban, Festival Tradisi Islam Nusantara, peluncuran Gerakan Kemandirian NU, NU Tech, Pekan Olahraga NU, pembentukan NU Women, Anugerah Tokoh Nahdlah, dan Resepsi Satu Abad NU.

R-20 merupakan forum dialog pemimpin agama-agama sedunia, yang bertujuan untuk menyatukan pandangan terkait isu-isu strategis di dunia. Forum ini berkaitan dengan agenda G20 pada November mendatang.

"Tokoh-tokoh agama yang akan diundang untuk hadir, mewakili agama-agama yang ada di dunia. Selain itu, (para tokoh) punya peran strategis di dalam dunia pada saat ini," ucap Yenny.

Kemudian, ada Muktamar Internasional Fiqih Peradaban. Kegiatan ini menjadi highlight dari rangkaian acara dengan mengundang para pemikir dan ahli fikih dari berbagai belahan dunia.

"Para ahli fiqih fiqih dan pemikir dari berbagai belahan dunia akan diundang, untuk merumuskan pemikiran-pemikiran yang berlandaskan kepada fikih, namun berorientasi pada pembentukan tatanan dunia yang adil dan berkeadaban," katanya.

Selanjutnya, kegiatan festival tradisi Islam Nusantara yang akan kembali menguatkan tradisi masyarakat Islam di Indonesia. Lalu, ada gerakan kemandirian NU yang meliputi inovasi di bidang ekonomi dan upaya untuk mengatasi persoalan-persoalan besar seperti isu lingkungan hidup.

Rangkaian acara peringatan satu abad NU juga meliputi sektor teknologi melalui NU Tech dan sektor olahraga melalui Pekan Olahraga NU. Kedua sektor ini diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit baru dan memberi kontribusi bagi Tanah Air.

Kemudian, ada Anugerah Tokoh Nahdlah yang ditujukan sebagai ajang penghargaan bagi para tokoh inspiratif yang selama ini telah bekerja. Ini dilakukan untuk menunjukkan eksistensi mereka ke masyarakat luas.

"Mungkin ada sebagian yang bekerja secara singkat di masyarakat, tapi memberikan dampak yang luar biasa dalam menjaga suasana kebatinan masyarakat atau dampak yang berkelanjutan di masyarakat. Ini yang ingin kita berikan penghargaan," tutur Yenny.

NU juga menaruh perhatian pada isu-isu yang berkaitan dengan perempuan melalui agenda pembentukan NU Women. Sejumlah isu strategis yang jadi perhatian di antaranya isu human trafficking, isu perlindungan perempuan dan anak, serta isu perubahan iklim.

Menurut Yenny, kegiatan ini penting karena isu-isu tersebut masih menjadi persoalan global yang harus diatasi. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perempuan-perempuan NU dalam mengatasi berbagai tantangan.

"Kita berharap pembentukan NU Women ini membuat perempuan-perempuan NU yang akan diberikan pelatihan-pelatihan, untuk kemudian bisa lebih mendampingi masyarakat mengatasi berbagai macam tantangan," kata Yenny.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Resepsi Peringatan Harlah Satu Abad NU. Kegiatan ini kemungkinan akan dilaksanakan di Jakarta pada puncak perayaan di tahun depan.

Acara puncak ini diperkirakan akan diikuti oleh warga NU dari seluruh dunia, baik secara langsung maupun daring. Masyarakat akan berpartisipasi dalam peristiwa besar-besaran ini dengan mengikuti kegiatan bersama secara serentak.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan