close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Mapolda Jawa Tengah. Google Maps/Wihandono Yogo

Polda Jateng usut pelarungan ABK Indonesia di laut Somalia

Sementara ini, Bareskrim menetapkan tiga tersangka terkait TPPO ABK Long Xing 629.
swipe

Polda Jawa Tengah (Jateng) berencana menyelidiki kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam pelarungan jenazah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di laut Somalia. Korban merupakan pekerja di kapal berbendera China, Luqing Yuan Yu 623.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo, menyatakan, penyidik Polda Jateng tidak bekerja sendiri. Satuan Tugas (Satgas) TPPO Bareskrim Polri akan memberikan asistensi.

"Saya sudah koordinasi dengan Dirkrimum Polda Jateng untuk melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut. Polda Jateng yang akan mulai dengan asistensi Satgas TPPO Bareskrim Polri," tuturnya saat dikonfirmasi, Senin (18/5).

Penyelidik akan menelusuri mulai dari perjanjian kerja ABK, agen pemberangkatan, sampai kronologinya. Polisi pun sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) atas peristiwa ini.

Di sisi lain, Bareskrim Polri juga telah menetapkan tiga tersangka atas kasus pelarungan ABK dari Kapal Long Xing 629. Mereka adalah W dari PT APJ di Bekasi, F dari PT LPB di Tegal, dan J dari PT SMG di Pemalang.

Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit, menerangkan, para tersangka merupakan agen pemberangkatan 14 ABK yang selamat. Ketiganya terbukti memberangkatkan ABK secara ilegal dengan perjanjian yang tidak sesuai.

"Para tersangka dijerat Pasal TPPO karena eksploitasi bermodus menjanjikan gaji, penempatan kerja, dan waktu kerja tidak sesuai," jelasnya.

Polda Jateng usut pelarungan ABK Indonesia di laut Somalia
Senin, 18 Mei 2020 09:42
Artikel ditulis oleh
img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan