close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Satgas Operasi Tinombala 2016 melakukan patroli bersenjata di Posko Sektor II Tokorondo, Kabupaten Poso, Sulteng, Selasa (16/8/2016)/Foto Antara/Muhammad Adimaja.
icon caption
Satgas Operasi Tinombala 2016 melakukan patroli bersenjata di Posko Sektor II Tokorondo, Kabupaten Poso, Sulteng, Selasa (16/8/2016)/Foto Antara/Muhammad Adimaja.
Nasional
Senin, 23 Agustus 2021 10:47

Polisi: Hukuman kelompok MIT diringankan bila serahkan diri

Satgas Madago Raya juga akan melindungi pihak keluarga kelompok MIT Poso dari ancaman.
swipe

Satgas Operasi Madago Raya memastikan hukuman ringan bagi Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora bila menyerahkan diri. Untuk itu, Wakasatgas Humas Operasi Madago Raya AKBP Bronto Budiyono mengimbau agar Kelompok MIT segera menyerahkan diri.

Dia menegaskan, Satgas Madago Raya juga akan melindungi pihak keluarga dari ancaman. "Kami mengimbau agar seluruh buronan teroris Poso itu menyerahkan diri. Kami akan berikan perlindungan ke keluarga mereka dan ringankan hukumannya, tetapi proses hukum tetap akan dilakukan ya," tuturnya saat dikonfirmasi dari Jakarta, Senin (23/8).

Bronto menuturkan, istri dan anggota keluarga buronan Kelompok MIT juga mengaku menginginkan Ali Kalora cs menyerahkan diri. Sementara, berdasarkan penelusuran Satgas Madago Raya, kelompok teroris itu bertahan dan bersembunyi di salah satu sudut belantara hutan Parigi Moutong Poso Sulawesi Tengah.

"Kami dari TNI-Polri di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah siap membuka pintu 1x24 jam, kapan pun dan dimana pun," katanya.

Perkembangan terakhir, pengejaran aparat telah melemahkan Kelompok MIT setelah anggota yang merupakan pengendali aksi tewas. Sampai saat ini jumlah Ali Kalora cs hanya tersisa enam orang. Meski demikian, kelompok MIT  masih memiliki banyak simpatisan yang didominasi kalangan remaja. Ali Kalora cs mendapatkan simpatisan dengan cara menyebarkan propaganda.

Satgas Madago Raya sebelumnya membeberkan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora tidak lagi mempunyai senjata dan amunisi berlimpah. Pasalnya, salah satu anggota MIT bernama Qatar yang tewas merupakan kunci persenjataan mereka. Qatar, pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB)  ini, disebut mengendalikan Ali Kalora dan anak buahnya. Sehingga, saat Qatar tewas, kelompok MIT semakin melemah.

img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan