sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polisi masih cari pemilik switch auto tembakan peluru nyasar

Switch auto pada senpi yang digunakan pelaku “penembakan” peluru nyasar didapat dari lapangan tembak.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 22 Okt 2018 18:30 WIB
Polisi masih cari pemilik switch auto tembakan peluru nyasar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Polda Metro Jaya mengungkapkan, switch auto yang ada pada pistol jenis Glock 17 pada saat terjadi peluru nyasar di Gedung DPR RI didapat dari lapangan tembak. Hanya saja hingga saat ini belum diketahui siapa pemiliknya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan, switch auto tersebut ditemukan oleh seorang petugas pendamping latihan yang berada di lapangan tembak, sebelum kejadian. Kemudian petugas tersebut memberikan kepada pelaku, yaitu IAW dan RMY.

“Jadi swich auto itu ditemukan di lapangan tembak dan sudah diumumkan siapa yang kehilangan, sampai sekarang belum ada yang mengaku siapa, tapi dia kemudian terus diberikan kepada yang kemarin (pelaku),” ujarnya, Senin (22/10).

Menurut Argo sampai saat ini petugas pendamping itu masih berstatus saksi. Tim penyidik pun masih akan terus melakukan pendalaman dan uji coba untuk mendapatkan fakta-fakta lain.

Argo juga mengatakan, tim penyidik akan melakukan uji coba penembakan menggunakan Glock 17 di Kelapa Dua Depok pada Selasa (23/10) besok. Uji coba yang akan dilakukan bersama tim Brimob, dengan jarak 300 meter, dilakukan untuk mengetahui detail penembakan menggunakan pistol tersebut.

“Jadi ingin melihat dari senjata pistol Glock 17 itu ya jadi jaraknya seperi apa dan akan kita uji coba,” ucapnya.

Saat kejadian, IAY dan RMY mengaku telah melepaskan sekitar 290 kali tembakan. Dari hasil pemeriksaan, Argo mengatakan, awalnya kedua tersangka melepas tembakan dengan tepat sasaran.

Hanya saja, setelah menggunakan switch auto, keduanya tak dapat mengontrol tembakan. Alat tersebut membuat Glock 17 melepaskan beberapa kali tembakan dalam satu kali tarikan pelatuk.

Sponsored

"Tembakan menjadi tidak terkontrol sehingga tersangka kaget karena tembakan berkali-kali ke arah atas," ujar Argo.

Berita Lainnya