close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
TKP rumah kontrakan ditemukannya sekeluarga dengan mulut berbusa (Foto : MPI)
icon caption
TKP rumah kontrakan ditemukannya sekeluarga dengan mulut berbusa (Foto : MPI)
Nasional
Kamis, 19 Januari 2023 21:12

Polisi temukan total empat liang ulah serial killer Bantargebang

Tiga liang itu berada di sebelah WC dan sebelah rumah.
swipe

Kepolisan Daerah (Polda) Metro Jaya mengungkapkan hasil kerja para tersangka pembunuhan sekeluarga di Bantargebang yang dikenal sebagai "serial killer". Biangnya adalah Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh yang merupakan dukun asal Cianjur, dan M Dede Solehuddin.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, ada tiga lubang kuburan, dengan satu baru yang dipersiapkan untuk mengubur korban selanjutnya. Tiga liang pertama itu berisi korban pembunuhan dari rumah salah satu tersangka kasus pembunuhan sekeluarga dengan racun di Bekasi tersebut.

"Bahkan di salah satu rumah tersangka sudah disiapkan lubang baru yang sama persis dengan TKP yang ada di Bekasi," katanya di Polda Metro Jaya, Kamis (19/1).

Hengki menyebut, penyidik saat ini sedang menyelidiki dengan kolaborasi interprofesi, laboratorium forensik, kedokteran forensik, dan tim penyidik. Tiga liang itu berada di sebelah WC dan sebelah rumah.

Sementara, untuk liang baru tersebut tengah diselidiki oleh penyidik. Lantaran, korban pembunuhan Wowon sebagian besar merupakan anggota keluarganya.

Selain keluarga, korban Wowon ada yang berasal dari luar keluarga. Mereka yang menjadi korban pembunuhan Wowon merupakan enam tenaga kerja wanita (TKW) yang mengirimkan uangnya kepada tersangka.

"Hasil pengakuan tersangka, mereka sudah membunuh 6 orang di luar TKP Bekasi," ujarnya.

Hengki menyampaikan, dalam kasus di Bantargebang ini ada tersangka yang juga ikut minum racun. Tersangka Dede kemudian dirawat di RSUD Bantargebang, dan dipindahkan ke RS Polri.

Dede Solehuddin awalnya ditemukan keracunan bersama empat orang lain di rumah di Bantargebang. Empat orang tersebut ialah Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (20), M Riswandi (16), dan Neng Ayu (5).

Setelah dianalisis dari bahan makanan mengandung dua jenis racun: racun tikus dan racun untuk hama (pestisida). Hasil autopsi menemukan luka di wajah. 

"Ternyata hasil interogasi terhadap tersangka, selain diracun, korban juga dicekik untuk mempercepat meninggal dunia," jelasnya.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan