sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Potensi Anak Krakatau picu tsunami mengecil, PVMBG ungkap pengecualian

Potensi tsunami yang dipicu aktivitas Gunung Anak Krakatau bisa membesar jika ada reaktivasi struktur patahan atau sesar di Selat Sunda.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Sabtu, 29 Des 2018 14:15 WIB
Potensi Anak Krakatau picu tsunami mengecil, PVMBG ungkap pengecualian

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan potensi tsunami yang dapat dipicu Gunung Anak Krakatau saat ini mengecil. Hanya saja, Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM, Antonius Ratdomopurbo, menyatakan kondisi ini masih dapat berubah.

Menurutnya, dengan status Level III (siaga), letusan Gunung Anak Krakatau saat ini mengalami perubahan. Purbo mengatakan, masih ada potensi bahaya lontaran meterial lava pijar Anak Krakatau. Namun jumlah volumenya yang tidak selalu besar, membuat potensi terjadinya tsunami relatif kecil.

"Kecuali ada reaktivasi struktur patahan atau sesar yang ada di Selat Sunda," ujar Purbo di Kementerian ESDM, Sabtu (29/12). 

Dia menjelaskan, hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental yang dilakukan PVMBG pada 28 Desember pukul 00.00-12.00 WIB, secara visual, cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau berawan-hujan. 

Arah angin dominan ke timur-timur laut. Teramati letusan dengan tinggi asap maksimum 200-3000 meter di atas puncak kawah. Kemudian, abu vulkanik bergerak ke arah timur-timur laut. 

"Terjadi perubahan pola letusan pada jam 23.00 (waktu setempat) tanggal 27 Desember 2018, yaitu terjadinya ketusan-letusan dengan onset yang tajam. Dari pengamatan nampak bahwa letusan Surtseyan terjadi di sekitar permukaan air laut," ujar Purbo menuturkan.

Letusan tipe Surtseyan adalah aliran lava atau magma yang keluar kontak langsung dengan air laut. Meskipun bisa banyak menghasilkan abu, tapi tidak akan menjadi pemicu tsunami. 

Purbo tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatu dalam radius 5 km dari kawah. Dia pun berharap masyarakat meenyiapkan masker untuk mengantisipasi terjadinya hujan abu. Meski demikian, masyarakat juga tetap diimbau untuk tetap tenang menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau ini.

Sponsored

"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang, serta jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebakan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," imbau Purbo. 

Berita Lainnya