sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Presiden resmikan tol Kartasura-Sragen

Resmi beroperasi, tarif tol Rp 1.000 per kilometer atau lebih rendah dari rencana sebelumnya.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Minggu, 15 Jul 2018 23:35 WIB
Presiden resmikan tol Kartasura-Sragen

Presiden Joko Widodo meresmikan tol Kartasura-Sragen sepanjang 35 kilometer (km) di Gerbang Tol Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah pada Minggu (15/7). Ruas tol ini merupakan bagian dari Tol Solo-Ngawi sepanjang 90 km dan merupakan jaringan Jalan Tol Trans Jawa.

“Saya titip, yang pertama, ruas tol ini akan memperlancar mobilitas barang dan orang serta menurunkan biaya logistik,” kata Jokowi, dalam siaran resminya. 

Presiden Jokowi juga menginstruksikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk memfasilitasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar mendapatkan kesempatan berjualan di rest area jalan tol.

“Saya juga titip agar rest area jangan diisi oleh merek-merek asing. Saya minta di rest area justru menjual batik, soto, gudeg, telur asin dan wedang ronde. Ini harus kita mulai, jangan terdengar lagi suara masyarakat bahwa omset telur asin anjlok karena adanya tol. Jangan sampai ada yang ditinggal dengan adanya pembangunan ini. Pembangunan memang harus dilaksanakan karena kita harus memperkuat daya saing kita,” ujarnya.

Sementara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam laporannya mengatakan ruas tol Kartasura-Sragen yang diresmikan hari ini adalah Segmen Kartasura-Karanganyar (20,9 Km) yang dibangun oleh Pemerintah dan Segmen Karanganyar-Sragen (14,3 Km) yang konstruksinya oleh PT Solo Ngawi Jaya (PT SNJ) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). PT SNJ saat ini tengah menyelesaikan pembangunan Segmen Sragen-Simpang Susun Ngawi (54,9 Km) yang direncanakan beroperasi September 2018.

“Total besaran dukungan Pemerintah hingga saat ini adalah Rp 2,57 triliun, sedangkan investasi BUJT sebesar Rp 11,34 triliun,” kata Basuki.  

Mengenai besaran tarif tol Kartasura-Sragen, Basuki mengatakan Kementerian PUPR telah melakukan rasionalisasi tarif ruas tol menjadi Rp1.000 per Km atau lebih rendah dari tarif per km yang direncanakan sebelumnya. 

“Tol ini sudah menggunakan formula tarif Rp1000/km dan penyederhanaan golongan kendaraan menjadi tiga golongan, yakni golongan satu, dua dan tiga. Dengan demikian, ruas tol ini diharapkan menjadi lebih atraktif bagi angkutan logistik,” kata Basuki.  

Sponsored

Basuki mengatakan dengan terkoneksinya Pulau Jawa oleh Tol Trans Jawa, akan membuka peluang tumbuhnya sektor-sektor ekonomi produktif, seperti sektor industri dan pariwisata. Misalnya, wisata budaya Kraton, kuliner, wisata alam, serta sektor jasa perkotaan. Pemerintah secara bertahap menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa (1.150 Km) dari Merak hingga Banyuwangi bisa tersambung secara keseluruhan pada akhir tahun 2019.

“Agar dampak pembangunan tol optimal bagi pengembangan ekonomi lokal, maka kreativitas pemerintah daerah bersama komunitas dan masyarakat sangat diperlukan,” kata Basuki.

Pada akhir 2018, ditargetkan ada tambahan panjang ruas tol Trans Jawa yang beroperasi, yakni sebanyak tujuh ruas sepanjang 403 km. Tujuh ruas tol tersebut yakni Pejagan-Pemalang Seksi 3 dan 4, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Salatiga-Kartasura/Solo, Sragen-Ngawi, Wilangan-Kertosono dan Pasuruan-Grati. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Aryani, dan Direktur Utama PT Waskita Karya Ngurah Putra.