sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Publik setuju Terawan, Johnny, dan Yasonna didepak dari kabinet

Nama-nama yang sangat populer terkait reshuffle secara umum tidak jauh berbeda.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Rabu, 28 Okt 2020 19:58 WIB
Publik setuju Terawan, Johnny, dan Yasonna didepak dari kabinet
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

Sebanyak 60% publik setuju ada pergantian menteri di Kabinet Indonesia Maju. Hal itu terungkap dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO).

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah memaparkan sebanyak 57% responden ingin Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ditendang dari kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Di peringkat kedua, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang dianggap pantas didepak dengan dukungan 55%.

"Nama-nama yang sangat populer terkait reshuffle secara umum tidak jauh berbeda. Ada dua nama yang menurut saya konsisten, yaitu Terawan dan Yasonna," ujarnya secara daring, Kamis (28/10).

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menempati posisi ketiga dengan 47% responden setuju diganti, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 44%, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim 40%.

Dari nama tersebut, Mendikbud Nadiem terbilang konsisten. Pasalnya, sejak awal sekalipun memang sudah ada di posisi yang diharapkan diganti Presiden Jokowi.

"Apalagi sejak awal komposisi kabinet dibangun, sampai sekarang banyak kebijakan Kemendikbud yang menuai polemik," ucapnya.

Sementara itu, survei juga menunjukkan nama-nama yang diharapkan masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju. Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menempati posisi pertama dengan dukungan 40,1%.

Berikutnya, Arief Yahya 35,7%, Dahlan Iskan 32,2%, Ignasius Jonan 26,6%, Sandiaga Uno 23,9%, Rizal Ramli 20,2% dan turut menempatkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan dukungan 16,1%.

Sponsored

Survei IPO berlangsung pada 12-23 Oktober 2020 di seluruh Indonesia. Metode purposive sampling terhadap 170 opinion leader, terdiri dari peneliti universitas, lembaga penelitian mandiri, dan asosiasi ilmuwan sosial atau perguruan tinggi. Metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden nasional dengan margin of error 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Geliat staycation pengusir penat

Geliat staycation pengusir penat

Jumat, 04 Des 2020 16:55 WIB
Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kasak-kusuk posisi staf khusus menteri

Kamis, 03 Des 2020 16:21 WIB
Berita Lainnya