sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PUPR mulai bangun hunian tetap korban banjir dan longsor NTT

Pemerintah berencana membangun 1.000 rumah bagi korban bencana banjir dan longsor di NTT dengan total anggaran Rp338 miliar.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Senin, 03 Mei 2021 13:40 WIB
PUPR mulai bangun hunian tetap korban banjir dan longsor NTT

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerapkan teknologi rumah instan sederhana sehat (risha) dalam membangun hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan longsor di Nusa Tenggara. Kini, tengah mengerjakan dua contoh bangunan (mockup) dengan target rampung 14 hari ke depan di Waisesa 1, Desa Tanjung Batu, Kabupaten Lembata, NTT.

"Kami juga akan melakukan pengujian geolistrik untuk memastikan ketersediaan sumber air bersih pada lahan yang akan dibangun hunta bagi para korban bencana," kata Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB, Widiarto, dalam keterangan tertulis.

Risha merupakan konstruksi dengan konsep bongkar pasang (knock down) sehingga dapat dibangun dengan waktu cepat menggunakan beton bertulang pada struktur utamanya. Di Waisesa 1, Kementerian PUPR menargetkan membangun 154 huntap.

Dia melanjutkan, pembangunan 2 unit rumah contoh risha akan dilaksanakan di tempat relokasi lainnya setelah pematokan lahan dan proses hibah dilakukan. Anggaran yang dikucurkan untuk melaksanakan program ini sekitar Rp338 miliar dari APBN 2021-2022.

Sponsored

Sementara itu, Kementerian PUPR berencana membangun 1.000 risha dengan perincian 700 unit di Lembata dan Adonara 300 unit. Namun, pemerintah setempat mengusulkan empat lokasi tambahan untuk relokasi, yakni Kupang sekitar 14 unit rumah, Kota Kupang 530 rumah, Alor 599 unit rumah, dan Rote Ndao 153 rumah.

Berita Lainnya