sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Respons azan jihad, Wamenag: Tidak relevan

Sekelompok orang sebelumnya mengumandakan azan disertai lafal jihad.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 01 Des 2020 09:27 WIB
Respons azan jihad, Wamenag: Tidak relevan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, tidak paham dengan konteks sejumlah pengumandang azan dengan lafal jihad yang viral di media sosial. Diduga karena dua kemungkinan, kebutuhan konten sosial media atau ada pesan khusus yang ingin disampaikan.

"Jika seruan itu dimaksudkan memberi pesan berperang, jelas tidak relevan. Jihad dalam negara damai seperti Indonesia ini tidak bisa diartikan sebagai perang," katanya dalam keterangannya, Selasa (1/12).

Berkenaan dengan itu, Zainut mengajak pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan ulama memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak terjebak pada penafsiran tekstual tanpa memahami konteks dari ayat Al-Qur'an atau hadis. Pangkalnya, hal tersebut berpotensi melahirkan pemahaman agama yang sempit dan ekstrem.

"Di sinilah pentingnya pimpinan ormas Islam, ulama, dan kiai memberikan pencerahan agar masyarakat memiliki pemahamaan keagamaan yang komprehensif," tutur dia.

Terlepas dari itu, Zainut turut mengajak seluruh pihak menahan diri dan tidak main hakim sendiri. Disarankan penyelesaian dilakukan secara persuasif.

"Dalam menyikapi masalah tersebut, hendaknya semua pihak dapat menahan diri dan melakukan pendekatan secara persuasif dan dialogis. Menghindarkan diri dari tindakan kekerasan dan melawan hukum," tandasnya.

Sekelompok orang sebelumnya mengumandangkan azan disertai lafal jihad. Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial. Kalimat hayya ‘alas-shalah diubah menjadi hayya ‘alal-jihad.

Dalam video tersebut, sejumlah orang juga tampak membawa senjata tajam saat azan dikumandangkan.

Sponsored
Berita Lainnya