sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ribuan masyarakat pendatang di Papua mengungsi pascarusuh

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, menyebut aksi di Wamena bukanlah aksi ujuk rasa. melainkan anarkis.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 23 Sep 2019 20:16 WIB
Ribuan masyarakat pendatang di Papua mengungsi pascarusuh
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Ribuan masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua mengungsi ke Mapolres dan Kodim 1702/Jayawijaya sejak Senin (23/9) pagi. Diketahui sepanjang Senin, kerusuhan kembali pecah buntut dari berita hoaks terkait isu rasisme terhadap siswa Papua. 

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, mengatakan saat ini pihak aparat keamanan sedang mengupayakan agar situasi kembali kondusif. Tak hanya warga pendatang yang memilih mengungsi di markas TNI dan Polri, tetapi juga masyarakat asli Papua.

“Terkait pengungsi, kita berupaya dengan keamanan untuk menjaga situasi yang terjadi ini supaya kondusif kembali lagi," kata Jhon di Papua pada Senin (23/9).

Menurut dia, aksi yang terjadi di Papua pada pagi hari hingga sore bukanlah unjuk rasa atau demonstrasi. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah bahkan tidak menerima pemberitahuan bahwa akan dilakukan demonstrasi.

“Ini bukan demonstrasi lagi. Ini aksi anarkis dan terjadi di mana-mana terjadi pembakaran dan pelemparan,” ujar dia.

Jhon menuturkan, pihaknya belum mengetahui pasti jumlah korban tewas dan luka akibat insiden yang melibatkan anak-anak usia sekolah tersebut. "Korban kami belum dapat data. Tapi, kami berupaya di rumah sakit, pelayanan tetap bisa berjalan dengan baik,” tutur Jhon.

Berdasarkan pantauan, sejumlah masyarakat lari menyelamatkan diri ke Mapolres dan Kodim dengan membawa barang seadanya. Sekitar 200-an warga berseragam SMA itu merusak kios dan toko. Mereka membakar mobil dan motor. Bahkan dikabarkan juga membunuh beberapa orang.

Warga itu selain membakar habis Kantor Bupati, Kantor Inspektorat, Kantor Diskominfo, Kantor BPKAD dan Kantor Bappeda, mereka juga berusaha membakar kantor Otonom yang terdiri dari sejumlah dinas.

Sponsored

Informasi yang diperoleh, anak-anak yang terdiri dari beberapa sekolah itu sempat berupaya masuk ke Bandara Wamena dan RSUD tetapi dipukul mundur oleh aparat.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat di Papua dan Papua Barat untuk tidak melakukan tindakan anarkisme.

"Jangan sampai fasilitas umum itu dirusak, karena itu adalah milik kita semua. Jangan sampai ada kerusakan-kerusakan yang diakibatkan dari anarkisme," kata Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, masyarakat juga harus memeriksa kebenaran dari setiap kabar dan isu yang didapatnya agar terhindar dari hoaks. Pasalnya, berita hoaks dan fitnah dikhawatirkan mengganggu stabilitas keamanan dan politik di setiap wilayah.

"Oleh sebab itu saya meminta agar masyarakat setiap mendengar, setiap melihat di media sosial di-crosscheck dulu," kata Jokowi.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja, menyebut aksi demonstrasi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua menewaskan satu prajurit TNI dari Yonif 751/Raider Praka Zulkifli gugur ketika sedang melaksanakan tugas sebagai pengemudi truk dinas yang mengangkut aparat keamanan. Korban ditikam oleh massa pendemo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Expo Waena.

Sementara itu terdapat juga tiga warga sipil yang tewas. Bahkan operasional Bandara Wamena ditutup akibat aksi unjuk rasa yang berujung anarkis tersebut. (Ant)

Berita Lainnya