Nasional / Jawa Barat

Ridwan Kamil ingin jadikan Jabar juara lahir dan batin

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pembangunan tidak hanya sebatas infrastruktur semata, tetapi juga mencakup batin.

Ridwan Kamil ingin jadikan Jabar juara lahir dan batin Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (tengah) didampingi Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat Aceng Fikri (kiri) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) membuka Konsolidasi Pemenangan dan pembekalan Caleg Prov/Kab dan Kota Partai Hanura di Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/9). / Antara Foto

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pembangunan tidak hanya sebatas infrastruktur semata, tetapi juga mencakup pembangunan batin dan daerah ini harus menjadi juara untuk urusan lahir-bathin.

"Pembangunan batin seperti urusan kenyamanan dalam beribadah," kata Gubernur Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil itu di Bogor, Sabtu (15/9).

Kang Emil yang baru menjabat dua minggu ini melaksanakan serangkaian kegiatan di Kota Bogor. Kegaitan pagi diawali dengan shalat subuh berjamaah di Masjid Raya Bogor, dihadiri Wali Kota Bima Arya Sugiarto, Rektor IPB Dr Arif Satria, dan jamaah.

Usai shalat subuh berjamaah, Wali Kota dan Gubernur mengikuti aksi bersih-bersih sampah dalam rangka kampanye global 'World cleanup day" bersama sekitar 200 relawan dari 23 komunitas.

Siangnya Emil menghadiri kegiatan Tabliq Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1440 Hijriah di Masjid Raya Bogor.

Dalam tausiahnya di Bogor, Emil mengatakan, sebagai Gubernur Jawa Barat dirinya merumuskan program Juara lahir batin.

"Juara maksudnya kita harus jadi bangsa yang kompetitif," katanya.

Menurutnya, bangsa yang kompetitif, anak-anaknya harus lebih pintar dari orang tuannya, harus lebih sehat, dan lebih soleh dan soleha dari kedua orang tuanya.

"Salah satunya dengan cara menggerakkan, mewajibkan, dan memasifkan gerakan shalat berjamaah," kata mantan Wali Kota Bandung ini.

Emil menceritakan pengalamannya tinggal di luar Indonesia selama tujuh tahun. Tinggal dan hidup di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Hong Kong, dan lainnya.

Menurutnya, negara-negara tersebut maju secara intelektual, dan teknologi tidak terkalahkan, tetapi kehilangan nilai-nilai moral dan kemasyarakatan.

Oleh karena itu Emil mengajak warganya untuk bersyukur atas nikmat hidup dan hidayah yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Indonesia umumnya, Jawa Barat khususnya.

Kehadirannya di Kota Bogor, lanjut Emil, untuk memberikan arahan bagaimana merekayasa masa depan dan mengejar 'baldatun toyibatun' (negeri yang subur dan makmur, adil dan aman).

Emil meminta para camat, lurah bahkan ketua RW untuk mengajak warganya melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid.

"Sebaik-baik pemimpin yang bermanfaat bagi masyarakat, pemimpin harus menjadi solusi bagi masyarakat," katanya.

Pemprov Jawa Barat juga memiliki program dakwah digital. Dakwah ini menjangkau semua lapisan masyarakat yang tidak sempat ke masjid, yang terjebak kemacetan, yang berada di tempat-tempat lainnya.

"Tantangan hari ini kita hadapi dengan dakwah digital, semua orang melihat Hp, mereka tidak semua bisa ke masjid, dakwah digital ini bisa dilihat di hp-nya," katanya.

Suami dari Athalia Praratya ini juga berpesan agar masyarakat Kota Bogor menjaga kondusivitas menjelang pemilihan presiden dengan berbicara baik, dan memposting yang baik.

Ia mengatakan, modal dasar berbangsa dan bernegara adalah kondusifitas dan politik.

"Apapun yang terjadi di negeri ini jangan mengganggu terjadi perpecahan. Kemarin Pilkada, beda pilihan, beda gubernur, Alhamdulillah tidak ada keributan, lancar," katanya.

Menghadapi pemilih presiden ini, lanjut Emil, siapapun calonnya, presidennya, yang terpenting masyarakat harus menjaga perdamaian.

"Kuncinya ada di lisan dan tulisan kita. Kurangi, hindari lisan yang menyakitkan, kurangi tulisan yang membuat orang terbakar kebencian," kata Emil. (Ant).


Berita Terkait