sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jubir ungkap Rizieq Shihab diasingkan karena tolak dukung Jokowi

Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, mengalami pengasingan politik dengan alasan pencekalan. 

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 28 Nov 2019 14:07 WIB
Jubir ungkap Rizieq Shihab diasingkan karena tolak dukung Jokowi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25216
Dirawat 17204
Meninggal 1520
Sembuh 6492

Direktur HRS Center sekaligus juru bicara Muhammad Rizieq Shihab, Abdul Chair Ramadhan, mengungkapkan Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, mengalami pengasingan politik dengan alasan pencekalan.

Menurut dia, pengasingan tersebut dilakukan pemerintah karena Rizieq Shihab menolak memberikan dukungan politik kepada pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin pada pemilihan presiden atau Pilpres 2019 lalu.

Di saat masa pilpres, Abdul mengungkapkan, ada utusan dari Jakarta yang memberikan penawaran kepada Rizieq Shihab yang ketika itu masih berada di Arab Saudi agar memberi dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01 itu. 

Sebagai imbalan, lanjut Abdul, Rizieq Shihab dijanjikan oleh utusan Jakarta itu soal pencabutan pencekalannya, sehingga ia bisa dengan mudah keluar dari Arab Saudi. Namun, penawaran itu disebut Abdul ditolak oleh Rizieq Shihab.

“Penolakan yang berujung pencekalan yang berlangsung lama ini adalah bentuk pengasingan politik. HRS (Habib Rizieq Shihab) diposisikan sebagai lawan politik,” kata Abdul melalui keterangan resmi yang diterima Alinea.id di Jakarta pada Kamis (28/11).

Lebih lanjut, dia menuturkan, jika ditinjau dari aspek hukum pemerintah sudah melakukan kesengajaan atau pembiaran terhadap Rizieq Shihab yang kini sedang berada di luar negeri. Negara, disebutnya tidak memberikan perolehan jaminan perlindungan, pendampingan bantuan hukum atas hak-hak sipil Rizieq Shihab  sebagai warga negara Indonesia (WNI) untuk kembali ke Tanah Air.

Padahal, kata dia, hal tersebut salah satu amanat konstitusi. Itu termaktub dalam Undang-Undang (UU) Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, pada Pasal 19 huruf b yang menyebut bahwa perwakilan Republik Indonesia berkewajiban memberikan pengayoman, perlindungan, dan bantuan hukum bagi warga negara dan badan hukum Indonesia di luar negeri, sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional serta hukum dan kebiasaan internasional.

"Faktanya, baik Dubes RI di Riyadh maupun pemerintah pusat tidak melakukan pendampingan pembantuan sebagaimana mestinya msekipun HRS telah menyampaikan laporan atas larangan meninggalkan Arab Saudi kepada pemerintah,” tutur Abdul.

Sponsored

Abdul menambahkan pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, tidak benar yang menyebut Rizieq Shihab belum pernah melaporkan masalah pencekalan kepada pemerintah pusat atau otoritas pemerintah Indonesia di Arab Saudi. 

Menurutnya, Rizieq Shihab telah menyampaikan laporan atas larangan keluar meninggalkan wilayah Arab Saudi secara langsung kepada Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

“Jadi tidak benar adanya pernyataan bahwa HRS (Habib Rizieq Shihab) tidak pernah melaporkan pada perwakilan pemerintah Indonesa,” kata Abdul.

Sebelumnya, Mahfud MD mengisyaratkan Rizieq Shihab tak sungguh-sungguh ingin kembali ke Indonesia. Hal ini lantaran Rizieq belum juga menyerahkan bukti pencekalan terhadap dirinya. Pimpinan FPI itu juga tak melapor kepada pemerintah Indonesia mengenai pencekalan atau pun kesulitan lain yang dia alami selama berada di Arab Saudi.

"Kedutaan besar Indonesia dan Konjen di Jeddah itu, kalau ada orang tabrakan saja, kalau dia melapor, dibantu. Mau minta pulang ya dipulangkan, sakit dibawa ke rumah sakit. Nah kalau ini tidak melapor lalu kita turun tangan, nanti malah kita yang salah," kata Mahfud.

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Resep UMKM raup untung saat pandemi

Resep UMKM raup untung saat pandemi

Rabu, 27 Mei 2020 17:18 WIB
Berita Lainnya