sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sandiaga apresiasi film Ngeri-Ngeri Sedap

Film Ngeri-Ngeri Sedap menceritakan budaya lokal, khususnya di Danau Toba.

Gempita Surya
Gempita Surya Kamis, 06 Okt 2022 13:31 WIB
Sandiaga apresiasi film Ngeri-Ngeri Sedap

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengapresiasi film Ngeri-Ngeri Sedap sebagai produk kreatif yang turut mendukung kebangkitan ekonomi nasional pascapandemi, sekaligus menyumbang promosi sektor pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga dalam Konferensi Ketiga Ekonomi Kreatif Dunia Tahun 2022 (the Third Edition of World Conference on Creative Economy), di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Kamis (6/10).

“Ditonton oleh 2,8 juta orang dan menjadi perwakilan resmi Indonesia di Piala Oscar 2023, film Ngeri-Ngeri Sedap menceritakan budaya lokal, khususnya di Danau Toba di Sumatra Utara yang merupakan salah satu destinasi pariwsiata super prioritas di Indonesia,” kata Sandi.

Sandi menyampaikan, ia merasa tersentuh secara personal saat menonton film Ngeri-Ngeri Sedap. Sebab, menurutnya, film yang disutradarai Bene Dion tersebut berisi nilai keluarga dan ceritanya sangat berkaitan erat dengan kehidupan di Indonesia.

“Sangat menyentuh saya secara personal, bukan hanya karena komedi jenaka dan nilai keluarganya tetapi juga karena kita semua terkait dengan cerita film tersebut,” ujar dia.

Diungkapkan Sandiaga, film Ngeri-Ngeri Sedap juga turut menandai kebangkitan industri kreatif termasuk perfilman yang sempat terdampak pandemi Covid-19. Saat ini, hampir seluruh industri di sektor ekonomi kreatif Indonesia perlahan mulai bangkit usai terdampak selama dua tahun.

“Sekarang cahaya kreativitas bersinar lagi. Anda dapat melihat semuanya kembali ke jalurnya, bahkan lebih baik. Para pekerja pertunjukan kembali mendapatkan pekerjaan, penari tampil di pertunjukan, dan yang paling penting semua telah mulai beraktivitas kembali. Para pekerja ekonomi informal pun secara bertahap terintegrasi ke dalam sistem digital, dan layar pertunjukan pun kembali memancarkan cahaya,” ucap Sandiaga.

Sandiaga mengaku optimistis bahwa industri kreatif Indonesia ke depannya dapat berkembang dengan pesat. Perkembangan ini diharapkan mampu mencapai target yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni 4,4 juta lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif.

Sponsored

“Peluang terbuka lebar untuk mencapai target yang telah diberikan Presiden, menciptakan 4,4 juta lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif hingga 2024. Sebuah tanda pemulihan, pemulihan industri kreatif yang inklusif,” ucap dia.

Dalam forum yang sama, Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif. Menurut Jokowi, industri kreatif saat ini tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat lokal, namun produknya telah dinikmati oleh konsumen lintas negara.

“Indonesia akan mengambil peran terdepan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, mendorong peran ekonomi kreatif yang lebih besar dalam pemulihan ekonomi global,” kata Jokowi.

Selama pandemi Covid-19, Jokowi menilai, mobilitas karya-karya ekonomi kreatif relatif mampu bertahan dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Bahkan, beberapa subsektor ekonomi kreatif seperti aplikasi dan pengembang permainan, televisi dan radio, tumbuh secara signifikan yang dipicu konsumsi peningkatan konten selama pandemi.

Menurut Jokowi, sektor ekonomi kreatif dapat menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara luas dan berkelanjutan. Sebab, industri ini mampu mendobrak batas geografis, gender, ras, dan strata ekonomi.

“Ekonomi kreatif bisa menjadi pilar utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pertumbuhan ekonomi untuk semuanya,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi meyakini sektor ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung ekonomi di masa mendatang usai pandemi berlalu. Sehingga, menurutnya, penting untuk terus memacu perkembangan sektor ini agar tumbuh lebih cepat.

“Saya percaya ekonomi kreatif di Indonesia dan banyak negara lainnya akan menjadi tulang punggung ekonomi di masa depan, semakin kuat dan diperhitungkan sebagai kekuatan ekonomi yang inklusif. Pengembangan ekonomi kreatif harus terus dipacu agar menjadi sektor yang futuristik, tumbuh lebih cepat, lebih besar, dan maju," ucapnya.

Berita Lainnya
×
tekid