sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sandiaga Uno kritik layanan kesehatan DKI Jakarta memprihatinkan

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pelayanan kesehatan untuk warga DKI Jakarta masih terbilang memprihatinkan.

Sukirno
Sukirno Senin, 23 Sep 2019 17:35 WIB
Sandiaga Uno kritik layanan kesehatan DKI Jakarta memprihatinkan

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pelayanan kesehatan untuk warga DKI Jakarta masih terbilang memprihatinkan.

Sandi memang telah mengundurkan diri sebagai Wagub DKI lantaran maju calon wakil presiden berpasangan dengan Prabowo Subianto. Sandi meninggalkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hingga kini belum mendapatkan pendamping di kursi Wagub.

"Saya sangat prihatin melihat masih banyaknya masyarakat kurang mampu di Jakarta, yang masih belum terpenuhi pelayanan kesehatan yang layak," ujar Sandiaga pada akhir pekan, Sabtu (21/9).

Sandiaga menjelaskan permasalahan pelayanan kesehatan Jakarta, salah satunya pada rumah sakit. Kualitas pelayanan kesehatan masyarakat ibu kota masih memprihatinkan seperti antrean panjang pasien BPJS, kurangnya perawatan intensif bagi bayi, anak kecil dan dewasa.

Ditambah lagi, kata dia, masih kurangnya akses masyarakat terhadap mobil antar jemput bagi pasien gawat darurat, atau ambulans dan mobil jenazah untuk orang meninggal.

"Saya percaya melalui pemberian ambulans ini akan dapat membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Masyarakat kurang mampu bisa menggunakan fasilitas tersebut jika ingin ke rumah sakit atau membawa jenazah pulang ke rumah," ujar Sandiaga.

Selain itu, anggota DPR RI terpilih dari Partai Gerindra sekaligus Founder Kahmi Preneur Kamrussamad yang turut hadir di acara tersebut mengharapkan layanan ambulans gratis digunakan secara maksimal dan dapat diakses dengan mudah.

"Harapan kami, mobil ambulans ini dapat dipergunakan semaksimal mungkin bagi masyarakat yang kurang mampu di DKI Jakarta agar tidak ada lagi warga yang membawa jenazah keluarganya karena tidak ada biaya seperti kasus di Cilincing," ujar dia.

Sponsored

Sepuluh unit ambulans inisiasi Sandiaga Uno bersama Kamrussamad dan anggota DPR terpilih dari Partai Gerindra serta Inggar Joshua selaku DPRD DKI, dibagikan kepada perwakilan rukun warga (RW) untuk memenuhi layanan kesehatan warga Jakarta Barat.

Pembagian ambulans tersebut diresmikan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Ambulan beroperasi gratis bagi masyarakat kurang mampu di Jakarta Barat, dan memberikan layanan pengantaran pasien maupun pengantaran jenazah.

Sandiaga kemudian secara simbolis memberikan kunci ambulans beserta STNK kepada perwakilan RW se-Jakarta Barat. Ia mengharapkan tidak ada lagi warga kurang mampu yang sulit mengakses layanan kesehatan ambulans.

Kursi Wagub

Pada kesempatan itu, Sandiaga Uno menegaskan dirinya tidak akan kembali menduduki kursi Wagub DKI Jakarta setelah kalah dalam pertarungan pemilihan presiden 2019.

"Enggak, tentu keputusan tersebut ada di PKS (Partai Keadilan Sejahtera), bukan di saya," ujar pemilik saham Grup Saratoga tersebut.

Sandiaga memperkirakan PKS akan mengusung kadernya sendiri, ataupun seorang profesional untuk menjadi wakil gubernur DKI nantinya.

Posisi wakil gubernur di Provinsi DKI Jakarta sudah kosong selama lebih dari satu tahun setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri untuk mengikuti kontestansi Pemilu Presiden 2019 sebagai calon wakil presiden.

Secara khusus DPRD DKI Jakarta membentuk pansus guna mencari orang yang tepat untuk posisi pendamping Gubernur Anies Baswedan.

Namun hingga anggota dewan 2014-2019 selesai bertugas, belum ada kepastian mengenai pendamping Gubernur Anies itu.

Sejauh ini ada dua nama yang diusulkan oleh partai pendukung pasangan Anies-Sandi (Gerindra dan PKS), yakni Ahmad Syaikhu (PKS) dan Agung Yulianto (PKS).

Kosongnya posisi tersebut sempat dikeluhkan Anies. "Acara-acara itu banyak sekali, badannya cuma satu acaranya banyak. Sehingga sebagian tugas-tugas protokoler kalau ada wakil bisa berbagi, tapi sekarang semua harus dijalani sendiri," kata Anies.

Selama satu tahun tersebut, Gubernur Anies bekerja dibantu oleh deputi-deputi namun hanya untuk urusan administrasi.

Deputi-deputi tersebut adalah Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Oswar Muadzin Mungkasa, Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi Sutanto Soehodho, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman Suharti dan Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata Dadang. (Ant)

Berita Lainnya