logo alinea.id logo alinea.id

Soal pembicaraan tentang Prabowo, PBB tuding Rizieq Shihab bohong

PBB menunjukkan bukti percakapan yang terjadi antara Yusril dan Rizieq Shihab yang dilakukan via Whatsapp.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 04 Apr 2019 03:45 WIB
Soal pembicaraan tentang Prabowo, PBB tuding Rizieq Shihab bohong

Partai Bulan Bintang menuding Rizieq Shihab telah berbohong terkait bantahan yang disampaikannya melalui tayangan Front TV, mengenai pembicaraan tentang keislaman Prabowo. Menurutnya, pembicaraan antara Prabowo dan Yusril tersebut benar adanya melalui jejaring Whatsapp. 

“Benar ada percakapan yang terjadi antara Yusril Ihza Mahendra dengan Habib Rizieq setelah Ijtima’ ulama pertama soal keislaman salah satu calon presiden,” kata Ketua Bidang Pemenangan Presiden DPP PBB, Sukmo Harsono di Jakarta.

Sukmo kemudian menunjukkan bukti percakapan yang terjadi antara Yusril dan Rizieq Shihab yang dilakukan via Whatsapp.“Ini adalah bukti percakapannya. Artinya yang melakukan kebohongan bukan Yusril, tapi yang melakukan pendustaan adalah yang mengatakan Yusril berbohong,” ucap Sukmo.

Sebelumnya, dalam video yang direkam dari Madinah itu, Rizieq menyebut bahwa pernyataan Yusril bohong ketika diwawancarai salah satu media. Menurut Rizieq, dirinya tidak pernah mengatakan soal lemahnya keislaman Prabowo.

Terkait tanggapaan yang disampaikan Rizieq, Sukmo mengaku heran. Sebab, mengapa video pernyataan Yusril yang beredar pada November 2018 itu baru ditanggapi oleh Rizieq Shihab beberapa hari menjelang pemilihan legislatif. 

“Ini adalah upaya untuk mendiskreditkan PBB dalam pemilihan legislatif yang akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang,” katanya.

Sukmo menengarai munculnya pernyataan Rizieq tersebut karena Yusril Ihza Mahendra baru saja ditunjuk sebagai kuasa hukum Firza Husein. Firza diketahui terjerat kasus chat mesum dengan Habib Rizieq serta kasus makar pada 2017 lalu, yang proses hukumnya masih berlanjut sampai sekarang.

“Pakar dan masyarakat menduga video itu muncul karena Yusril menerima menjadi kuasa hukum untuk Firza Husein,” katanya.

Sponsored

Menurut Sukmo, permintaan untuk menjadi kuasa hukum bagi Firza Husein datang dari uminya langsung, yang juga merupakan keluarga besar Partai Bulan Bintang. 

“Tapi saya tidak tahu kenapa pengamat berasumsi seperti itu, silakan tanya kepada mereka langsung,” ujarnya.

Namun, kata Sukmo, PBB belum mengambil tindakan hukum untuk kasus ini. Ia mengatakan pihaknya masih menghormati, karena kedua orang yang berselisih pendapat ini merupakan tokoh Islam.

“Untuk saat ini kami masih berpandangan memberi hak jawab adalah yg terbaik. Karena kami menghormati keduanya adalah tokoh Islam untuk kemajuan bangsa dan umat Islam,” ujarnya.