logo alinea.id logo alinea.id

Tarif MRT kembali normal, penumpang masih ramai

Jumlah penumpang mencapai 77.033 setiap hari, meski tarif MRT Ratangga Jakarta naik pekan ini.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 14 Mei 2019 12:48 WIB
Tarif MRT kembali normal, penumpang masih ramai

Tarif transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) telah berlaku normal, mulai dari Rp3.000 sampai Rp14.000 awal pekan ini. Meski tarif MRT naik, namun minat masyarakat untuk menggunakan transportasi teranyar di Jakarta ini tetap tinggi. 

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin Selasa (14/5) mengatakan, berdasarkan info dari ridership yang menggunakan layanan MRT Jakarta, jumlah penumpang mencapai 77.033 per Senin sejak tarif berlaku normal. 

Kamal mengatakan, jumlah tersebut berbeda tipis dengan rata-rata penumpang pada bulan April. Adapun pada bulan pertama pengoperasian MRT dengan tarif diskon 50% mencapai rata-rata 82.000 penumpang per hari.

Kamal menambahkan kalau pengoperasian MRT Jakarta telah dimaksimalkan, dengan mengoperasikan secara penuh seluruh rangkaian kereta sebanyak 16 kereta. Adapun, dua rangkaian kereta disisakan sebagai cadangan.

Sementara itu headway atau selisih waktu keberangkatan Ratangga yakni lima menit sekali pada jam sibuk berangkat dan pulang kerja. Yakni, pada pukul 07.00-09.00 dan 17.00-19.00 WIB.

Sebagai informasi, MRT beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Sementara, pintu stasiun MRT akan dibuka dan ditutup 15 menit sebelumnya.

Kembalinya tarif normal MRT direspons positif oleh masyarakat. Monica, pekerja swasta yang kantornya berada di wilayah Sudirman mengaku, tarif MRT masih cukup akomodatif dan terjangkau. 

Ukurannya kata Monica jika mempertimbangkan ketepatan waktu tempuh dengan MRT. Khususnya untuk yang bekerja di kawasan yang dilewati oleh jalur MRT ini.

Sponsored

"Jadi tidak masalah dengan tarif normal ini. Bahkan jauh lebih murah kalau dibanding dengan tarif ojek online yang naik di awal bulan," ujarnya kepada Alinea.id.

Monica menambahkan kalau fasilitas yang ada sejauh ini masih sesuai harapan. Meski begitu, ke depan Monica berharap untuk stasiun tertentu ada jalur keluar yang berlawanan arah dengan pintu keluar stasiun, alasannya membinggungkan untuk menempuh jalan keluar terdekat. 

Senada, Ririn menilai kembalinya tarif normal MRT tidak masalah. Toh, harga yang ditawarkan sebanding  dengan fasilitas yang ada.

"Tapi hemat waktu tempuh, dibandingkan membayar Rp3.000-Rp5.000 tapi masih terjebak macet dan lama banget perjalanannya. Selain itu MRT juga nggak terlalu padat jadi nyaman," ujarnya.

Ririn berharap, fasilitas dan kebersihan MRT tetap dijaga. "Kalau bisa ada tanda untuk kursi prioritas, karena saya lihat belum ada," tambah Ririn. 

Penumpang MRT lain, Heri mengatakan seharusnya MRT masih menerapkan tarif diskon 50% ditengah naiknya harga ojek online saat ini.

"Setidaknya setelah libur lebaran, agar saudara kita yang berkunjung ke Jakarta bisa merasakan naik MRT," kata dia. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Akhirnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD menyepakati besaran tarif moda raya terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Ratangga maksimal Rp14.000 per penumpang. Pemprov DKI mematok tarif sebesar Rp3.000 ketika masuk ke dalam stasiun. Ketika penumpang akan melanjutkan perjalanan tarif akan bertambah Rp1.000. Begitu pun untuk tujuan menuju stasiun selanjutnya hingga besaran tarif maksimal sebesar Rp14.000. Tarif MRT Jakarta akan dikenakan setelah tahap uji coba berakhir pada 31 Maret 2019. Sehingga, penumpang akan dikenakan tarif mulai 1 April 2019. • • #alineadotid #MRT #tarif #kereta #train #transportasi #transportation #railway #railwaystation #indonesia #massrapidtransit #travel #instapost #instanews #informasi #tarifMRT

Sebuah kiriman dibagikan oleh Alinea (@alineadotid) pada