sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tatanan hidup baru, wisata di Sleman terapkan standar baru

Dispar Kabupaten Sleman perkuat sinergi menuju standar baru pariwisata.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Sabtu, 06 Jun 2020 09:06 WIB
Tatanan hidup baru, wisata di Sleman terapkan standar baru
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Wisata di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terapkan standar baru. Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, lakukan penguatan sinergitas dengan pelaku desa wisata dan pelaku pariwisata lainnya.

Hal tersebut, salah satu cara untuk berbenah mempersiapkan diri menyambut perubahan standar pariwisata baru pasca pandemi Covid-19.

"Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, mau tidak mau, atau siap tidak siap, mengharuskan adanya perubahan tatanan baru di tengah masyarakat. Yang sangat mendasar, perubahan tatanan nilai budaya masyarakat," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih di Sleman, Jumat (5/6) malam.

Menurut dia, perubahan nilai budaya ini tentunya juga berpengaruh pada perilaku masyarakat baik dalam perilaku sosial maupun perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. "Wisata merupakan salah satu kebutuhan masyarakat untuk menstimulasi kesehatan jiwa dan raga. Bahkan, sudah ada kelompok masyarakat yang menilai wisata merupakan kebutuhan primer bagi mereka," ungkap dia.

Dia menegaskan, begitu kuat peran budaya dalam menggeser keberadaan wisata dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan primer masyarakat. "Demikian juga, wisata pada era pasca pandemi Covid-19. Akan ada standar baru yang menjadi perilaku orang dalam berwisata," bebernya.

Sudarningsih menerangkan, bentuk-bentuk aktivitas yang rentan dalam masa pandemi Covid-19 akan cenderung dihindari. "Dan dalam demand pariwisata saya kira akan berlaku juga," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat masih cenderung menerapkan jaga jarak dalam perilakunya, sehingga pasar wisata akan bergeser dari wisata massal menjadi wisata personal, pasangan, atau keluarga dengan memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan keamanan. "Agar dapat bertahan pariwisata haruslah mengikuti perubahan selera pasar yang ada," katanya.

Desa wisata yang sebelum pandemi diuntungkan dengan pasar wisata massal, kata dia, harus berinovasi untuk siap bersaing pasca pandemi. "Saya menilai, pasca pandemi Covid-19 ini pasarnya sangat besar dan yang akan bergerak, dimulai dari pasar lokal dan regional," katanya. "Penguatan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pada destinasi wisata juga perlu dilakukan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah penguatan SDM pelaku wisata, serta pengemasan atraksi," tambah dia. (Ant)

Sponsored
Berita Lainnya