logo alinea.id logo alinea.id

Tersangka pembakaran hutan dan lahan bertambah jadi 187 orang

Selain perorangan, polisi juga telah menetapkan empat perusahaan sebagai tersangka.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 16 Sep 2019 09:45 WIB
Tersangka pembakaran hutan dan lahan bertambah jadi 187 orang

Polda Riau kembali menetapkan tersangka sebanyak 47 orang atas kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. 

“Total sudah 47 tersangka perorangan untuk kasus Karhutla di Riau,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (16/9).

Selain perorangan, Dedi menyebut, untuk korporasi masih satu tersangka yakni PT Sumber Sawit Sejahtera. Namun demikian, pihak kepolisian belum menjerat direksi PT Sumber Sawit Sejahtera. Pasalnya, penyidik kepolisian masih membutuhkan keterangan ahli.

Dedi mengungkapkan, dari seluruh tersangka, satu kasus telah dinyatakan P21 atau lengkap oleh kejaksaan. Sedangkan sebanyak 24 kasus masih dalam proses sidik, empat kasus dalam pelimpahan tahap satu, dan 16 kasus telah pelimpahan tahap dua.

Akibat pembakaran yang terjadi di Provinsi Riau, kata Dedi, total lahan yang terbakar telah mencapai 500 hektare. "Untuk luas lahan yang terbakar 504,755 hektare," tuturnya.

Selain di Riau, polisi juga telah menetapkan tersangka di beberapa provinsi dan wilayah lainnya. Itu antara lain di Sumatera Selatan sebanyak 18 tersangka, Jambi 19 tersangka, Kalimantan Selatan 2 tersangka, Kalimantan Tengah 45 tersangka, dan Kalimantan Barat 56 tersangka. Sedangkan korporasi, di Kalimantan Tengah 1 tersangka dan Kalimantan Barat 2 tersangka. 

Dengan demikian, total tersangka perorangan yang telah dijerat mencapai 187 orang. Sedangkan korporasi berjumlah 4 perusahaan. Dari jumlah tersangka itu, dilakukan penyidikan sebanyak 115 kasus.

Sementara areal hutan dan lahan yang terbakar di Sumatera Selatan mencapai 7,79 hektare, Jambi 23,54 hektare, Kalimantan Tengah 338,96 hektare dan Kalimantan Barat 1.058,55 hektare.

Sponsored

Untuk penanganan kasus korporasi, tim asistensi yang dibentuk Kapolri terus membantu Polda Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat untuk menuntaskan pembuktian dan melakukan proses penyidikan.

Ada pun Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan sebaran titik api mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya karena gejala alam dan juga ulah manusia.

Wiranto tidak membeberkan berapa kenaikan persentase titik api tersebut, tetapi saat ini kabut asap juga cenderung menyeberang ke negara tetangga.

Akibatnya, kabut asap sudah mulai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari khususnya wilayah yang terdampak. Selain itu, jadwal penerbangan di sejumlah tempat Karhutla ikut terkena imbas. Bahkan sejumlah sekolah juga diliburkan.