sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terungkap, Fadli Zon dan Nanik S. Deyang unggah foto Ratna Sarumpaet

Dalam sidang kasus Ratna Sarumpaet terungkap Fadli Zon dan Nanik S. Deyang yang mengunggah foto RS ke twitter dan facebook.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 02 Apr 2019 20:45 WIB
Terungkap, Fadli Zon dan Nanik S. Deyang unggah foto Ratna Sarumpaet
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Dalam sidang kasus Ratna Sarumpaet terungkap Fadli Zon dan Nanik S. Deyang yang mengunggah foto RS ke twitter dan facebook.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks atas terdakwa Ratna Sarumpaet

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi dalam sidang keenam tersebut. Salah satu saksi yang dihadirkan adalah Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Nanik Sudaryati Deyang.

Saat bersaksi, Nanik mengungkapkan kronologi kabar Ratna Sarumpaet dianiaya di Bandung menyebar di kubu Prabowo-Sandi pada 1 Oktober 2018. Kemudian, Nanik berinisiatif untuk mengajak bertemu Ratna pada 1 Oktober di Polo, Sentul, Jawa Barat.

"Akhirnya saya suruh dia (Ratna) ketemu di Kertanegara. Beliau (Ratna) inginnya ketemu diluar. Dia (Ratna) minta datang ke Polo, akhirnya kita ketemuan di Polo. Saat saya lihat, jujur saya syok melihat mukanya lebam-lebam. Saat itu saya cerita dengan dia (Ratna)," kata Nanik, dalam persidangan di PN Jaksel, Selasa (2/4).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon dan Juru Kampanye Nasional BPN Prabowo-Sandi Ratna Sarumpaet. / Twitter

Nanik menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon meminta izin berfoto bersama Ratna dan mengunggah ke akun twitter. Disebutkan oleh Nanik, Fadli pun spontan meminta izin untuk memotret luka yang diklaim Ratna sebagai korban penganiayaan.

Menurut Nanik, unggahan di media sosial itu untuk membuktikan kepada publik terhadap adanya penganiayaan Ratna. Saat itu, publik menganggap penganiayaan Ratna adalah hoaks.

Sponsored

"Saat bertemu di rumah Polo, Pak Fadli Zon bilang ke Ratna 'mbak (Ratna) ini di luar ada yang nanya, ini enggak hoaks kan? Saya tweet ya mba?' Saat Fadli Zon berdiri saya pun juga ikut izin dan foto ke bu Ratna. Beliau (Ratna) mengangguk saja," katanya.

Nanik menilai, Ratna Sarumpaet sudah mengizinkan untuk memfoto luka lebamnya. Fadli Zon pun diperbolehkan mengunggah hal serupa. "Ya (seizinnya). Jadi langsung tweet," kata Nanik. 

Mendengar kesaksian itu, tangis Ratna Sarumpaet pun pecah. Dia berkali-kali menyeka air matanya dengan tangan.

Secara terpisah, Ratna mengaku jengkel atas keterangan saksi Nanik Sudaryati Deyang. Dia menilai sebagian besar keterangan Nanik tidak benar.

"Saya jengkel sebenarnya. Jengkel karena terlalu banyak keterangan Nanik yang bohong," kata Ratna.

Aktivis kemanusiaan itu mempermasalahkan soal postingan Fadli Zon yang menampilkan foto muka lebamnya. Ratna menyangkal bahwa  Fadli Zon dan Nanik pernah meminta izin untuk berfoto bersama dengan dirinya.

"Saya enggak merasa dimintai izin. Saya enggak merasa didekati Fadli Zon untuk menge-tweet. Saya bertemu Fadli Zon tetapi di akhir acara, tetapi dia tidak minta izin (foto) pada saya, dia tidak minta izin pada saya untuk twitter dan facebook," ujar Ratna.

Seperti diketahui, Ratna didakwa dua pasal atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks. Pertama, Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Kedua, Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Berita Lainnya