sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tiket pesawat melambung, pemudik pilih angkutan laut

Harga tiket pesawat melambung diduga membuat pemudik memilih pulang kampung melalui jalur angkutan laut.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 30 Mei 2019 07:07 WIB
Tiket pesawat melambung, pemudik pilih angkutan laut
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Harga tiket pesawat melambung diduga membuat pemudik memilih pulang kampung melalui jalur angkutan laut.

Kementerian Perhubungan menyebut lonjakan kenaikan angkutan laut di luar perkiraan. Awalnya, kenaikan hanya diprediksi akan berada di angka 4,8%, dari 1,8 juta menjadi 1,9 juta penumpang di tahun 2019 selama arus mudik lebaran. 

Namun Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko mengatakan, berdasarkan data yang masuk sampai dengan H-7 lebaran, untuk penumpang naik dari pelabuhan terjadi peningkatan hingga 14,11% sedangkan untuk penumpang turun ke pelabuhan naik hingga 10%.

"Artinya itu sudah melebihi prediksi kami yang hanya 4,8%," katanya saat konferensi pers di Kantor Kementrian Perhubungan, Rabu (29/5).

Kenaikan penumpang untuk angkutan kapal laut ini, kata dia, juga dipengaruhi oleh lonjakan harga tiket pesawat. 

Ia mengatakan kepadatan telah terjadi di lima pelabuhan besar di Indonesia, yaitu Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Sungai Pakning dan Ternate.

"Namun dari kenaikan itu masih bisa diantisipasi dengan kapasitas kapal-kapal kami," ujarnya. 

Ia mengatakan saat ini telah disiapkan sebanyak 26 kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni untuk persiapan pengangkutan penumpang. Selain itu, katanya, juga telah disiapkan sebanyak 113 kapal perintis untuk membantu operasional jika ada penumpang yang tidak tertampung oleh kapal Pelni.

Sponsored

"Tetapi sampai sekarang masih terangkut semua oleh kapal Pelni, jadi kapal perintisnya masih stand by," ujarnya. 

Kemenhub telah melakukan beberapa perubahan rute untuk mengantisipasi penumpukan penumpang dan kepadatan. 

"Kami mengubah rute itu hanya untuk menghindari frekuensinya itu untuk titik-titik yang padat," ucapnya. 

Dia mencontohkan, di Pelabuhan Tanjung Buton, Ternate, Kendari, Nunukan, Pare-pare, Tual, Jayapura, Palembang, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Mas, kemudian Pelabuhan Merak, Tanjung Balai Karimun dan Muara Enim.

Sedangkan untuk mudik gratis, Kemenhub telah menyediakan satu kapal besar yang akan berangkat tiga kali untuk mudik dan tiga kali untuk arus balik.

Berita Lainnya