sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tim SAR kesulitan evakuasi korban longsor tambang emas di Sulut

Lubang galian tambang terlalu sempit. Hal ini dapat membahayakan petugas SAR yang melakukan evakuasi

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 04 Mar 2019 14:48 WIB
Tim SAR kesulitan evakuasi korban longsor tambang emas di Sulut

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan mengalami kesulitan dalam mengevakuasi korban longsor pertambangan emas ilegal atau tanpa izin di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan kondisi lubang galian tambang terlalu sempit. Hal ini dapat membahayakan petugas SAR yang melakukan evakuasi. Selain itu, kondisi medan yang berada pada lereng terjal menjadi faktor penghambat lainnya bagi tim SAR untuk mengevakuasi para korban.

“Kondisi tanahnya juga labil dan tidak diketahui berapa banyak lubang yang ada. Kondisi korban di dalam reruntuhan longsor diperkirakan juga sudah banyak yang meninggal. Ini juga menyulitkan evakuasi,” kata Sutopo melalui keterangan resmi yang diterima Alinea.id di Jakarta pada Senin, (4/3).

Kendati demikian, kata Sutopo, evakuasi dilakukan pihaknya terus dilakukan dengan menggunakan alat berat. Menurutnya, alat berat tersebut dibutuhkan untuk membuat akses atau jalan baru menuju titik longsor. Dengan begitu, dapat memudahkan proses evakuasi. 

“Namun, evakuasi dengan alat berat dilakukan secara hati-hati agar tidak menyebabkan longsor susulan,” ujarnya. 
 
Terkiat bencana longsor itu, Bupati Bolaang Mongondow telah menetapkan s masa tanggap darurat selama 14 hari. Terhitung sejak 26 Februari hingga 11 Maret 2019.

Sutopo mengungkapkan, hingga pukul 07.00 WITA sudah 28 korban yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan sejak enam hari peristiwa tersebut. Dari jumlah korban itu, 9 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Sementara 19 orang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi luka ringan dan berat.

Sutopo mengakui pihaknya tidak mengetahui persis jumlah korban yang tertimbun longsor. Berdasarkan keterangan dari korban yang selamat, jumlah penambang pada saat kejadian bervariasi.

"Ada yang bilang 30 orang, 50 orang, 60 orang, bahkan 100 orang, karena saat itu banyak yang sedang menambang di lubang besar. Sedangkan di lubang-lubang kecil tidak diketahui," ucapnya.

Sponsored

Hingga saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan. Tim yang turut tergabung melakukan evakuasi antara lain dari TRC BPBD Kabupaten Bolmong, Basarnas, SAR Kotamobagu, TNI, Polres Kotamobagu, Polsek Lolayan, DVI Polda Sulut, Koramil Lolayan, Marinir, PMI, Tagana, Satpol PP, SKPD, Rescue JRBM, relawan dan masyarakat setempat terus melakukan evakuasi.