sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Update Covid-19 19 Juli 2022: Kasus aktif menjadi 30.989

Dari total kasus positif per 19 Juli 2022, penambahan kasus baru paling banyak terjadi di DKI Jakarta dengan 2.485 kasus.

Hermansah
Hermansah Selasa, 19 Jul 2022 18:15 WIB
Update Covid-19 19 Juli 2022: Kasus aktif menjadi 30.989

Kementerian Kesehatan mencatat penambahan kasus Covid-19 pada Selasa (19/7) pukul 12.00 WIB. Total ada penambahan 5.085 kasus positif dan enam kematian. Sedangkan tingkat kesembuhan per 19 Juli berjumlah 2.596 orang.

Berdasarkan data Kemenkes tersebut, diketahui kalau kasus aktif Covid-19 di Indonesia menjadi 30.989. Terlihat meningkat dari posisi 30 Juni 2022, yang hanya berjumlah 16.790 kasus.

Dari total kasus positif per 19 Juli 2022, penambahan kasus baru paling banyak terjadi di DKI Jakarta dengan 2.485 kasus. Disusul Jawa Barat 971 kasus, dan Banten dengan 649 kasus. Kematian terjadi di DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan yang masing-masing dua kasus, serta Jawa Timur dan Bali masing-masing satu kasus.

Sedangkan kasus kesembuhan tertinggi terjadi di DKI Jakarta dengan 1.400 kasus, Banten 423 kasus, dan Jawa Barat 339 kasus.

Dengan begitu, maka per 19 Juli 2022, 6.143.431 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, 5.955.577 di antaranya sembuh, dan 156.865 meninggal dunia.

Pandemi Covid-19 masih berlangsung dan bahkan sejumlah negara mengalami peningkatan kasus harian, termasuk Indonesia. Untuk itu, pemerintah terus mengawasi dan mengantisipasi penyebaran subvarian Covid-19, baik BA.4 maupun BA.5, meskipun situasi pandemi di Indonesia masih berada di level 1 standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya selepas rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (18/7).

“Pemerintah terus mengantisipasi penyebaran subvarian baik BA.4 maupun BA.5. Tingkat transmisi komunitas mencapai angka 85 orang per 100.000. Jadi sesuai dengan level WHO kita masih di level 1 karena standarnya 20 per 100.000. Dari tingkat reproduksi efektif relatif landai, dalam 3 minggu terakhir dari 1,27 turun 1,26 dan 1,24 dan masih semua pulau di atas 1. Untuk di luar Jawa-Bali, Sumatera di 1,29. NTT, Kalimantan, Sulawesi di 1,18, Maluku di 1,08,” ujar Airlangga.

Sponsored

Airlangga melanjutkan, penambahan kasus tertinggi saat ini masih terjadi di Jawa-Bali yang merepresentasikan hampir 95% kasus. Sementara itu, untuk daerah-daerah di luar Jawa-Bali relatif masih rendah dan landai.

“Yang aktif masih di Sumatera Utara, Kalsel, Kaltim, Sumsel, Sulsel, dan Kalteng. Kemudian di luar Jawa-Bali transmisi komunitas yang mulai naik itu ada di Palangkaraya di Kalimantan Tengah, dan yang lain dari 385 kabupaten/kota masih di level 1, baik dari BOR maupun isolasi itu juga masih dalam tingkat memadai,” imbuhnya.

Terkait capaian vaksinasi, Airlangga menjelaskan bahwa daerah yang masih berada di bawah 70% untuk dosis pertama yaitu Papua Barat dan Papua. Sementara itu, untuk capaian dosis kedua, 10 provinsi masih di bawah 70%, dan untuk dosis ketiga 28 provinsi masih di bawah 28%.

“Dari hasil evaluasi seluruhnya di luar Jawa-Bali PPKM-nya masih level 1 seperti yang telah kita putuskan sampai akhir bulan ini dan yang di level 2 hanya di Sorong, Papua Barat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan bahwa subvarian BA.4 dan BA.5 memang memiliki kemampuan untuk menembus atau menghindari vaksinasi (vaccination evation). Subvarian tersebut diyakini bisa menembus vaksinasi dua hingga tiga kali lipat lebih efektif dibandingkan varian Omicron BA.1, sehingga kemungkinan masyarakat untuk terinfeksi lebih tinggi walaupun yang bersangkutan sudah divaksinasi.

“Tetapi juga kita sampaikan ke Bapak Presiden bahwa proteksi untuk masuk rumah sakit, hospitalisasi, dan fatality masih tetap tinggi sehingga disarankan masyarakat tetap cepat-cepat saja di-booster karena walaupun ada kemungkinan terkena tapi booster itu terbukti mampu melindungi kita untuk tidak masuk rumah sakit. Kalaupun masuk rumah sakit tingkat fatalitasnya akan sangat rendah,” jelasnya.

“Kami juga mengupdate ke Bapak Presiden ada varian baru yang namanya BA.2.75 yang sekarang sudah beredar di India mulainya dan sudah masuk ke 15 negara. Ini juga sudah masuk di Indonesia, satu ada di Bali karena kedatangan luar negeri, dua ada di Jakarta yang kemungkinan besar transmisi lokal, sedang kita cari sumbernya dari mana,” tandas Menteri Budi.

Berita Lainnya
×
tekid