sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Wiranto peringatkan para penyebar selebaran gelap di Papua

Meskipun situasi sudah kondusif, Wiranto mengklaim masih ada pihak-pihak yang menyebar selebaran gelap di Papua.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 09 Sep 2019 17:21 WIB
Wiranto peringatkan para penyebar selebaran gelap di Papua

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Pokhukam) Wiranto mengatakan masih pihak-pihak yang memprovokasi aksi unjuk rasa di Papua dan Papua Barat. Hal itu setidaknya terlihat dari masih maraknya selebaran gelap yang isinya mengajak masyarakat turun ke jalan. 

"Masih ada selebaran gelap untuk menghasut dan mendorong masyarakat untuk melaksanakan unjuk rasa susulan dan ini sudah kita monitor. Kita sudah tahu betul siapa-siapa pelakunya," ujar Wiranto sebelum memimpin rapat koordinasi tertutup di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9).

Wiranto menegaskan, rangkaian aksi unjuk rasa yang diselingi vandalisme, pengrusakan dan pembakaran dilakukan masyarakat Papua dan Papua Barat diorganisasi secara sistematis kelompok-kelompok tertentu. 

Dari luar negeri, menurut Wiranto, provokasi dilancarkan oleh Benny Wenda yang saat ini berada di Inggris. Dari dalam negeri, provokasi untuk turun ke jalan dan menciptakan kerusuhan juga disebarkan Koalisi Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

"Itu sudah sangat jelas. Sehingga, kita juga minta agar mereka menghentikan aktivitas-aktivitas menghasut masyarakat Papua dan Papua Barat itu," ujar mantan Panglima TNI itu. 

Terkait Benny Wenda, menurut Wiranto, dukungan terhadap aktivitas politiknya di luar negeri bukan dari pemerintah resmi negara tertentu, tapi lembaga swadaya masyarakat. 

"Kalau negara sahabat Indonesia itu pasti menghormati resolusi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) tentang Papua ini. Mereka tak akan gegabah mendukung gerakan seperti ini," kata Wiranto.

Lebih jauh, Wiranto mengatakan, situasi Papua dan Papua Barat berangsur pulih serta kondusif. Kondisi Papua didapatnya dari laporan Kapolri Jendral Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala BIN Budi Gunawan. 
 

Sponsored