sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Youtuber Ferdian Paleka dinilai tidak memiliki empati

Aminah meminta, para youtuber membangun konten kreatif dengan mengedepankan kemanusiaan, perdamaian, dan penghapusan kekerasan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 06 Mei 2020 15:32 WIB
Youtuber Ferdian Paleka dinilai tidak memiliki empati
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 115056
Dirawat 37618
Meninggal 5388
Sembuh 72050

Youtuber Ferdian Paleka dinilai sudah melakukan kekerasan psikis sekaligus diskriminasi terhadap transpuan. Transpuan merupakan seseorang yang terlahir dengan alat reproduksi pria, tetapi ia mengidentifikasi dirinya sebagai perempuan.

Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi mengatakan, transpuan masih mengalami berbagai diskriminasi, persekusi hingga kekerasan yang membatasi ruang-ruang hidupnya. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat pandemi Covid-19 semakin mempersempit ruang hidupnya.

"Kondisi tersebut, menyebabkan ruang hidup untuk berkembang mencapai kehidupan yang layak menjadi sangat menjadi sempit, sehingga mengalami pemiskinan yang pada akhirnya berujung dengan kehidupan jalanan," ujar Siti, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5).

Dia mengingatkan agar seluruh pihak menghormati, memenuhi hak asasi manusia (HAM), dan memberikan perlindungan yang setara terhadap transpuan. Aminah mengimbau para Youtuber agar membangun konten kreatif dengan mengedepankan kemanusiaan, perdamaian, dan kontribusi terhadap penghapusan kekerasan.

Menurut Siti, transpuan adalah kelompok paling rentan menerima perlakukan kekerasan dan diskriminasi. Pasalnya, masyarakat lebih mudah mengindentifikasi kelompok mereka dari ekspresi gender dan orientasi seksual yang rawan dilegitimasi dengan ajaran agama menurut tafsirnya.

Diskriminasi dan kekerasan terhadap transpuan berupa pengusiran, sulit mendapat akses administrasi kependudukan, stereotipe sampah masyarakat, penyakit sosial, serta perundungan. "Perundungan dengan menjuluki mereka dengan olok-olok yang berkonotasi melecehkan seperti 'bencong' atau 'banci'," ucapnya.

Konten video prank yang mengolok-olok transpuan menunjukkan youtuber Ferdian Paleka tidak memiliki empati. Bahkan, kata AMinah, Paleka memanfaatkan kebutuhan situasi dan kondisi kelompok rentan dengan berpura-pura memberi bantuan sosial untuk menyambung hidup.

Komnas Perempuan, kata dia, mendukung upaya Poltabes Bandung mengusut video prank tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di sisi lain, mendorong pemerintah menghapus peraturan-peraturan yang diskriminatif terhadap transpuan.

Sponsored

Selain itu, juga mengapresiasi solidaritas masyarakat kepada kelompok transpuan. "Rasa keadilan masyarakat terusik oleh konten video prank tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, beredar video aksi prank bermodus bantuan sosial dengan memberikan kardus mie berisi sampah dan batu kepada transpuan. Youtuber Ferdian Paleka bersama rekan-rekannya membagikan kardus yang disebutnya sembako ke beberapa transpuan di Jalan Ibrahim Adjie, Bandung. Imbasnya, sejumlah transpuan melaporkan kejadian tersebut pada Kantor Satreskrim Polrestabes Bandung pada Senin, (4/5) dini hari.

Berita Lainnya