close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Jonatan Christie merayakan final All England 2024. Foto BWF
icon caption
Jonatan Christie merayakan final All England 2024. Foto BWF
Olahraga
Minggu, 17 Maret 2024 08:58

All England jadi "All Indonesia" di final tunggal putra

Ginting lebih dulu menundukkan Viktor Axelsen pada semifinal pertama, Jumat (15/3).
swipe

Sihir Jonatan "Jojo" Christie menyulap All England 2024 menjadi 'all Indonesians final' (final sesama Indonesia). Keajaiban tersebut menyusul kemenangannya atas Lakshya Sen dari India, Sabtu (16/3) malam WIB.

Jojo harus berjibaku menghadapi pemain non-unggulan peringkat 18 BWF yang mengandalkan pukulan keras. Saat skor 7-8 di set ketiga, smes Sen meluncur ke sisi kiri lapangan Jojo mencapai kecepatan 365 kilometer per jam, untuk menyamakan kedudukan.

Laju shuttlecock yang dipukulnya mendekati rekor kecepatan MotoGP 366,1 km/jam oleh Brad Binder dari Red Bull KTM dalam Grand Prix Italia 2023 di Mugello.

Tampil dominan di set pertama, Jojo mengambil jeda setelah unggul 11-7 dalam durasi 11 menit. Skor untuknya menjauh 14-7 tatkala smes Jojo menerpa bibir net lalu memantul masuk ke bidang permainan lawan.

Momen indah selanjutnya didemonstrasikan tunggal putra Indonesia rangking 9 dunia saat meraih poin 16-10. Tembakan backhand drive silang ke arah kiri belakang mematikan langkah Sen.

Sebaliknya, di seberang net, gaya ganas menyerang Sen malah jadi "senjata makan tuan" mengorbankan tenaganya sendiri. Beberapa kali smesnya melebar keluar. Set pertama 21-12 dimenangkan Jojo.

Situasi terbalik di set kedua. Di paruh awal hingga akhir, Jojo banyak melakukan unforced error menyangkut di net atau melebar dari garis tepi lapangan. Angka Jojo tak pernah melampaui perolehan poin Sen sampai habis.

Kedudukan 3-8, Jojo minta challenge (menantang keputusan hakim garis atau wasit). Ia merasa pukulannya silang depan net itu masuk. Bukti visual kemudian menunjukkan bolanya keluar.

Rehat set kedua, Jojo tertinggal jauh 3-11. Kembali ke lapangan permainan, Sen ganti melakukan challenge, tapi juga tidak sukses menambah angka. Setelah itu, Jojo justru makin tertekan, Sen merebut set kedua 10-21.

Laga memanjang rubber set, angka 4-3 Sen mendahului Jojo berkat smes 322 km/jam. Smes lagi, 325 km/jam, berubah kedudukan 5-3. Tunggal putra India itu naik, meraih poin 6. Tapi Jojo memperkecil ketinggalan 5-6 dengan dropshot mematikan. Sen gagal mengambil bola, tanpa reaksi, mati langkah, tampak mulai kehabisan tenaga.

Skor sama kuat 6-6, lagi-lagi Sen melakukan kesalahan sendiri. Lalu dia keteteran karena Jojo lebih cekatan mengantisipasi variasi serangannya.

Smes silang Sen pada skor tertinggal 8-10 tipis di dekat garis, dinyatakan out, sehingga dia minta challenge, dan bola itu ternyata keluar. Jojo unggul pada jeda dengan 11-8.

Bermain lebih tenang di set ketiga, Jojo banyak mengajak adu tahan fisik dengan lob-lob tinggi ke garis belakang.

Dua kali terkaman spesial melalui smes dari posisi belakang dan ketika bola dikembalikan ke depan, Jojo lekas memburunya lewat sambaran, 14-10. Jojo tak terhenti, terus melaju. Pengembalian Sen membentur net mengakhiri pertandingan 21-15.

Durasi duel sengit mereka berlangsung selama 68 menit. Jojo memenangkan semifinal atas Sen 21-12, 10-21, 21-15.  

Gelaran akbar turnamen bulutangkis tertua dunia, yang dihelat sejak 1899 atau 125 tahun silam, ini seperti berganti nama "All Indonesia" di final tunggal putra. Akan bertemu Jojo melawan Anthony Sinisuka Ginting pada laga mahkota di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Minggu (17/3).  

Ginting lebih dulu menundukkan Viktor Axelsen pada semifinal pertama, Jumat (15/3). Unggulan utama asal Denmark itu menyerah 21-8, 18-21, 19-21.

Pertandingan kedua pemain menjadi final sesama tunggal putra Indonesia yang kesembilan kali. Sejarah 'all Indonesians final' di All England, berikut:

1959 Tan Joe Hok vs Ferry Sonneville
1969 Rudy Hartono vs Darmadi
1971 Rudy Hartono vs Muljadi
1973 Rudy Hartono vs Christian Hadinata
1976 Rudy Hartono vs Liem Swie King
1978 Liem Swie King vs Rudy Hartono
1993 Hariyanto Arbi vs Joko Suprianto
1994 Hariyanto Arbi vs Ardy B Wiranata

Selain tunggal putra, Indonesia juga berpeluang menyabet gelar dari ganda putra. Juara bertahan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menang dua set langsung atas Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang), 21-18, 21-18. Di final, mereka akan berhadapan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.  

img
Arpan Rachman
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan