sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Organisasi Renang Dunia hukum juara Olimpiade 2020 karena bela Putin

Induk organisasi renang dunia, FINA, memberi pernyataan bahwa pihaknya telah menandatangani pernyataan pelarangan tampil Rylov.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Sabtu, 23 Apr 2022 15:03 WIB
Organisasi Renang Dunia hukum juara Olimpiade 2020 karena bela Putin

Perenang asal Rusia peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Evgeny Rylov dilarang tampil dalam gelaran olahraga selama sembilan bulan setelah ketahuan hadir dalam sebuah rapat umum untuk mendukung Presiden Vladimir Putin atas invasinya ke Ukraina.

Seperti dikutip Associated Press, Sabtu (23/4), Rylov terekam tengah berdiri di panggung bersama peraih medali Olimpiade dari cabang olahraga lainnya di acara tersebut bulan lalu dan mengenakan jaket dengan huruf Z di dada. Pakaian yang dikenakan Rylov merupakan simbol dukungan bagi pasukan Rusia setelah digunakan sebagai penanda pada kendaraan lapis baja Rusia yang beroperasi di Ukraina.

Induk organisasi renang dunia, FINA, memberi pernyataan bahwa pihaknya telah menandatangani pernyataan pelarangan tampil Rylov. Rylov adalah bintang tim renang Rusia di Olimpiade di Tokyo tahun lalu dengan dua medali emas.

Larangannya sudah dimulai pada Rabu (20/4), yang mencakup kompetisi internasional. FINA juga memperpanjang keputusannya untuk memboikot atlet Rusia dan sekutunya Belarus dari semua acara internasional untuk sisa tahun 2022. Dia juga kehilangan kesepakatan sponsor dengan brand olahraga Speedo bulan lalu.

FINA sebelumnya melarang Rusia dan Belarus hadir dalam kejuaraan dunia di Hongaria pada bulan Juni tetapi mungkin saja memberi izin untuk gelaran lain. Pada saat itu, FINA sudah mewacanakan tidak akan mengikutsertakan Rusia pada semua acara internasional, hal yang tentu saja ditolak negara adidaya tersebut.

"Manajemen juga mengkonfirmasi keberpihakan bahwa atlet dan ofisial Rusia dan Belarus tidak akan diundang ke acara FINA apa pun hingga akhir 2022," kata FINA. Sanksi FINA mencakup berbagai olahraga air termasuk berenang, menyelam, polo air, dan berenang artistik.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengindikasikan dukungan terhadap sanksi tindakan disipliner pada atlet seperti Rylov.

"Presiden IOC menjelaskan bahwa IOC mendukung sanksi terhadap siapa pun di komunitas Olimpiade yang mendukung perang, dan terus memantau situasi," kata IOC dalam pernyataan resminya. IOC sebelumnya telah mendesak penyelenggara acara untuk melarang atlet dan tim Rusia dan Belarusia dari kompetisi mereka. Sejauh ini belum ada jumlah pasti atlet Rusia yang bakal dikenai sanksi.

Sponsored
Berita Lainnya