logo alinea.id logo alinea.id

KPU matangkan persiapan debat terakhir

Tidak ada perbedaan format antara debat terakhir dengan debat sebelumnya.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Selasa, 09 Apr 2019 21:15 WIB
KPU matangkan persiapan debat terakhir

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mematangkan konsep debat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang kelima. Salah satunya ialah dengan menggelar focus discussion group (FGD) bersama para panelis dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menyusun soal debat.

"Kita tahu debat yang kelima adalah debat yang terakhir sehingga kami berharap proses dan pelaksanaan debat kelima itu baik, lancar, mengedukasi pemilih, dan menjadi tontonan yang baik bagi pemirsa," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/4).

Dia mengatakan FGD tersebut menjadi wadah untuk memberikan masukan kepada panelis agar memperkaya informasi dalam penyusunan soal debat yang kelima. Secara format, tidak ada yang berubah pada debat yang terakhir ini jika dibanding debat sebelumnya. 

Debat kelima rencananya akan mempertemukan pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf. Tema yang akan diusung dalam debat tersebut yakni ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, serta industri.

Koordinator panelis debat kelima Muhammad Nasih menyatakan tidak ada kendala berarti dalam menyusun soal debat terakhir. Nasih pun yakin dengan kredibilitas dan kapasitas panelis debat kelima ini dalam menghasilkan soal yang berkualitas.

"Kami masih cukup waktu dan para panelis juga punya keahlian, kapabilitas, kompetensi yang menurut saya tak perlu diragukan lagi integritasnya," ujarnya.

Menurutnya, soal debat tersebut dirancang agar tidak dapat dibocorkan. Caranya ialah dengan membuat pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya tidak berbentuk hapalan. 

"Soal yang dibuat adalah isu strategis, soal secara umum saja. Jadi kalau nanti ada capres cawapres bisa menjawab bagus, bukan karena bocor," kata dia.

Sponsored

Tim panelis, kata dia, mengupayakan agar suasana debat kelima akan lebih hidup dan menarik untuk disaksikan masyarakat. "Lebih bergairah lagi, supaya kandidat bisa mengampanyekan ide dan gagasannya terkait ekonomi, kesejahteraan sosial, investasi keuangan, industri dan perdagangan," tuturnya.

Sementara itu, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Meutya Hafid, yakin debat kelima akan menjadi 'panggung' bagi pasangan calon petahana. Isu-isu yang menjadi tema bahasan debat kelima, dinilai Meutya memberi keuntungan besar untuk Jokowi. 

"Pak Jokowi sudah membuktikannya. Kita bisa melihat secara saksama di sekitar kita bagaimana infrastruktur penunjang ekonomi kerakyatan telah dibangun," katanya.