sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pilkada 2020, pelanggaran prokes diklaim berkurang saat pemungutan suara

Menurut Bawaslu, ini tak lepas dari ketatnya aturan yang harus dipatuhi pemilih.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Minggu, 20 Des 2020 14:28 WIB
Pilkada 2020, pelanggaran prokes diklaim berkurang saat pemungutan suara
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.024.298
Dirawat 149.388
Meninggal 28.855
Sembuh 831.330

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut, pelanggaran protokol kesehatan (prokes) saat pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, 9 Desember, berkurang drastis dibandingkan ketika kampanye.

“Banyak terjadi pelanggaran prokes saat tahapan kampanye. Namun, alhamdulillah, pelanggaran serupa tak terulang saat hari pemungutan suara,” ujar Anggota Bawaslu, M. Afifuddin.

"Kepatuhan masyarakat Indonesia yang menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada 2020 di TPS (tempat pemungutan suara) sangat luar biasa. Pemilih patuh pada aturan yang telah dibuat,” sambungnya.

Dirinya mengklaim, ini tak lepas dari ketatnya aturan prokes yang harus dipatuhi masyarakat. Wajib mencuci tangan sebelum masuk TPS, salah satunya.

Sponsored

Dibandingkan negara lain, menurutnya, proses demokrasi prosedur di Indonesia tergolong khas dan unik. Dicontohkannya dengan festivalisasi di TPS, seperti memakai baju adat.

Perbedaan selanjutnya, tambah dia, tecermin dari kultur dan geografis. Pemilihan di Indonesia disebut berat mengingat wilayahnya berupa kepulauan.

"Negara kita jauh lebih berat dan banyak rintangannya dalam proses pilkada dan pemilu. Dibandingkan negara lain, tentu Indonesia punya kekhasan dan keunikan tersendiri,” tutup Afif, mencuplik situs web Bawaslu.

Berita Lainnya