close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi bendera parpol. Alinea.id
icon caption
Ilustrasi bendera parpol. Alinea.id
Pemilu
Senin, 18 Maret 2024 09:37

Pilkada 2024: Adu kuat parpol besar amankan lumbung suara

Parpol-parpol kecil hanya bakal jadi penggembira di Pilkada 2024.
swipe

Meskipun hasil resmi Pemilu 2024 belum dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, sejumlah parpol mulai memanaskan mesin politik untuk menghadapi pilkada serentak yang bakal digelar pada November mendatang. Sosok-sosok populer pun mulai dibidik untuk didorong maju menjadi kandidat di pentas pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota. 

Golkar curi start dengan menugaskan 1.024 kadernya untuk maju di pilkada. Seiring itu, survei elektabilitas juga bakal digelar demi memastikan kader-kader Golkar yang maju punya potensi untuk memenangkan pertarungan elektoral. 

"Hari ini kita sudah mempersiapkan untuk pilkada ke depan. Jadi Partai Golkar sudah mengeluarkan lebih dari 1.040 penugasan untuk bupati, wali kota, gubernur," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam jumpa pers di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Minggu (10/3). 

Airlangga tidak merinci siapa saja kader yang bakal diusung. Namun, ia tak menutup peluang bagi Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil (RK) untuk kembali maju di Pilgub Jawa Barat atau berlaga di Pilgub DKI Jakarta.

"Kita akan melihat kelanjutan daripada mekanisme pilkada nanti. Dalam tiga-empat bulan ke depan, Partai Golkar akan berkonsentrasi ke sana," ujar Airlangga. 

Langkah serupa juga diambil Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Syaiful Huda mengatakan sudah mengantongi sedikitnya 35 nama yang bakal diusung jadi kandidat di Pilkada Serentak 2024. 

"Ada yang level provinsi, ada yang level kota-kota besar. PKB membidik pilkada wali kota, kabupaten besar di Indonesia. Ini yang akan menjadi ruang konsolidasi bagi agenda perubahan Indonesia dari daerah,” ujar Huda. 

Huda mengatakan tak tertutup kemungkinan koalisi di level pilpres diturunkan di tingkat daerah. Pada Pilpres 2024, PKB berkoalisi dengan NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

"Kebetulan kami sudah punya chemistry yang cukup baik selama pilpres ini. Dalam agenda Pilkada serentak 2024 koalisi yang terbangun dari PKB, PKS dan NasDem akan menjadi bagian salah satu opsi," kata dia. 

Pilkada 2024 akan berlangsung di 545 daerah. Rinciannya, 37 pilgub, 415 pilbup, dan 93 pilwalkot. Di Pulau Jawa, pilkada akan digelar di sejumlah provinsi strategis, semisal DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Analis politik dari Citra Institut Yusak Farchan menilai Pilkada Serentak 2024 akan menjadi ajang perebutan daerah lumbung suara strategis bagi parpol-parpol besar seperti Golkar, PDI-P dan Gerindra. Parpol-parpol kecil bakal sekadar jadi "penggembira". 

"Sementara partai menengah akan lebih sebagai pemberi rekomendasi. Selain itu, parpol-parpol akan memperbesar basis yang masih kecil," kata Yusak kepada Alinea.id di Jakarta, belum lama ini. 

Berkaca dari perolehan suara di Pileg 2024, Yusak melihat Golkar yang paling siap menyambut pilkada. Partai berlambang pohon beringin itu akan berusaha memperbanyak kepala daerah dari kader Golkar untuk investasi politik pada 2029.

"Basis Golkar sedang kuat. Perolehan suara Golkar yang meningkat tidak lepas dari kinerja kader dan caleg mereka di daerah pemilihan," kata Yusak.

PDI-P, menurut Yusak, akan cenderung berupaya mempertahankan daerah-daerah yang menjadi lumbung suara bagi partai. Berkaca dari hasil pilpres dan pileg, terjadi penggembosan elektoral PDI-P di basis-basis tradisional mereka, semisal Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

"Dengan hasil pileg yang menurun, elite PDI-P akan mengevaluasi dan berusaha memulihkan pamor partai melalui pemenangan Pilkada 2024," jelas Yusak.

Gerindra, menurut Yusak, juga akan all out di Pilkada 2024. Pasalnya, Gerindra butuh sokongan dari daerah demi memuluskan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) setelah Jokowi lengser nanti. 

"Walau sebenarnya kepala daerah dari beda partai tidak bisa menentang presiden karena kepala daerah juga perpanjangan tangan pemerintah pusat. Tetapi, Prabowo tetap butuh penopang yang kuat dari daerah terkait stabilitas," kata Yusak. 

Adapun PKB bakal serius berupaya menguasai Jawa Timur. Hasil Pileg 2024 menunjukkan lonjakan suara PKB di provinsi itu. "Gubernur Jawa Timur tentu akan diperjuangkan PKB dan Cak Imin. Ini penting karena ini terkait pergeseran pengaruh dari PDI-P kembali ke PKB di wilayah Jawa Timur," kata Yusak. 

Semakin banyak memenangi pilkada, menurut Yusak, partai akan semakin kuat secara elektoral untuk bertarung di pertarungan legislatif. "Maka, wajar dari sekarang partai sudah mulai sibuk," kata Yusak. 

Pendapat berbeda diungkap analis politik dari Universitas Jember, Muhammad Iqbal. Menurut dia, Pilkada 2024 belum dipetakan serius oleh parpol-parpol. 

"Sebagian parpol besar masih menunggu penetapan resmi hasil pileg dan pilpres baru serius fokus pilkada," kata Iqbal kepada Alinea.id. 

 

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
Christian D Simbolon
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan