sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PolMark bantah garap infografik survei Appi-Rahman unggul

Data dalam meme yang disebarkan tim sukses Appi-Rahman tidak sesuai dengan fakta terbaru.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 16 Sep 2020 11:28 WIB
PolMark bantah garap infografik survei Appi-Rahman unggul
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 563.680
Dirawat 80.023
Meninggal 17.479
Sembuh 466.178

Pendiri sekaligus CEO PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah, menegaskan, pihaknya tidak membuat infografik berkonsep meme tentang hasil survei elektabilitas kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Makassar 2020, yang berbuntut putusnya kerja sama dengan Tim Pemenangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman).

"Kami bukan pembuat meme itu. Saya juga membantah isi meme tersebut karena tidak akuratnya data atau keterangan di dalamnya," tegasnya melalui keterangan tertulis, Rabu (16/9).

Konsultan politik itu menerangkan, kasus bermula ketika Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman, Erwin Aksa, berencana menerbitkan elektabilitas kandidat Pilkada Makassar 2020 yang memenangkan jagoannya dalam merespons upaya serupa yang sebelumnya dilakukan surveyor lain.

"EA (Erwin Aksa) kemudian memberi tahu, bahwa ia akan mengeluarkan survei kami sebagai bantahannya. Saya menyarankan EA untuk tidak memakai hasil survei lama sebagai bantahan," terang dia.

Eep juga menegaskan, jika hasil survei dirilis ke publik harus menyertakan keterangan waktu pengerjaannya. Pun sebaiknya bantahan dilakukan dengan memakai riset terbaru.

"Kebetulan sesuai dengan kesepakatan kerja pendampingan, kami memang masih akan melakukan dua kali survei," tuturnya.

Beberapa jam kemudian, Erwin mengirim meme hasil survei PolMark Indonesia dan terdapat foto Eep di dalamnya. Menurutnya, infografik tersebut mencantumkan waktu survei yang keliru.

"Saya langsung menyatakan keberatan. Saya juga keberatan atas penyertaaan kata-kata jemawa, 'konsultan politik ternama yang memenangkan Jokowi-Ahok dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menjadi Gubernur Jakarta' dalam meme itu," ungkap Eep.

Sponsored

Karenanya, dirinya berencana mengundurkan diri sebagai konsultan politik Appi-Rahman. Juga akan mengembalikan dana kontrak kerja sama. Baginya, cara kerja bukanlah sekadar soal teknis, tetapi melibatkan sikap, prinsip, dan integritas.

"EA tidak keberatan sama sekali atas niat saya untuk mengundurkan diri tersebut. Kami pun bersepakat untuk bertemu dan membahasnya secara tuntas pada esok harinya, Selasa (15/9), pukul 10.00 pagi di kantor EA," paparnya.

Hanya saja, Eep mengaku, kerap mendapat permintaan konfirmasi atas adanya persoalan terkait infografik tersebut dari sejumlah wartawan. Dia juga merasa meme itu telah beredar luas di publik.

"PolMark Indonesia sepanjang hampir 11 tahun hidupnya berusaha menjaga etika publikasi survei dengan sangat ketat. Haram hukumnya menyampaikan hasil survei dengan mengubah keterangan waktu, hasil-hasil survei, dan semua data/informasi apa pun. Hasil survei wajib dilaporkan sebagaimana adanya," tegas Eep.

Berita Lainnya