sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Satgas Antimafia Bola pangil 3 saksi

Tiga orang yang diperiksa hari ini adalah bagian dari 22 orang yang memang telah dijadwalkan diperiksa terkait Liga 2.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 02 Apr 2019 16:44 WIB
Satgas Antimafia Bola pangil 3 saksi

Satgas Antimafia Bola kembali memeriksa tiga orang sebagai saksi untuk tersangka anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Hidayat terkait kasus pengaturan skor sepak bola Liga Indonesia. 

Ketiga saksi yang diperiksa hari ini, Selasa (2/4) di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri adalah Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewabroto; Plt. Bendahara Umum PSSI, Jacob Sarosa; dan Kepala Biro Humas dan Hukum Kemenpora, Sanusi.

“Sesmenpora Pak Gatot Dewabroto, kemudian Pak Sanusi Karo Hukum dan Advokasi Kemenpora, dan Pak Jacob Sarosa Plt. Bendahara Umum PSSI hari ini dimintai keterangan oleh Satgas Antimafia Bola,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Jakarta pada Selasa, (2/4).

Dedi mengatakan, pemanggilan Sesmenpora Gatot Dewabroto bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, ia juga telah menjalani pemeriksaan. Pemanggilan kali ini, menurut Dedi, untuk melengkapi berkas pada pemeriksaan sebelumnya.

“Hanya untuk melengkapi berkas perkara. Ada keterangan-keterangan Pak Gatot yang kami butuhkan, tapi untuk detilnya belum bisa disampaikan,” ucap Dedi.

Menurut Dedi, tiga orang yang diperiksa hari ini adalah bagian dari 22 orang yang memang telah dijadwalkan diperiksa terkait Liga Indonesia divisi 2. Kemarin, Satgas Antimafia Bola juga telah memeriksa tiga orang lainnya.

Untuk langkah selanjutnya, Dedi mengatakan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru lainnya. Ia meyakinkan Satgas Antimafia Bola terus berupaya menuntaskan kasus mafia skor di sepak bola Indonesia.

“Kita tunggu saja proses yang sedang berlangsung,” ucapnya.

Sponsored

Selain ketiga orang tersebut, sebelumnya Satgas Antimafia Bola juga memeriksa tiga orang dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), pihak penyelenggara Liga Indonesia. Mereka antara lain mantan Direktur Utama PT LIB Barlinton Siahaan, mantan Direktur Eksekutif PT LIB Risha Adi Wijaya dan mantan Direktur Operasional PT LIB Tigor Shalom Boboy.

Mereka dimintai keterangan terkait kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola Liga Indonesia divisi 2 antara PSS Sleman kontra Madura FC. Mereka diperiksa untuk tersangka mantan Komite Eksekutif PSSI Hidayat.

Adapun kasus pengaturan skor PSS Sleman versus Madura FC, bermula ketika Hidayat yang dituduh Manajer Madura FC Januar Herwanto terlibat pengaturan skor di Liga 2. Januar menuding Hidayat menawarkan uang Rp100 juta agar Madura FC mengalah dari PSS Sleman di babak delapan besar musim lalu.