close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Epstein Files. Foto: DOJ.
icon caption
Epstein Files. Foto: DOJ.
Peristiwa
Rabu, 13 Mei 2026 14:57

3,5 juta halaman dokumen Epstein dipamerkan di New York

Kelompok advokasi transparansi di AS menggelar pameran 3,5 juta halaman dokumen kasus Jeffrey Epstein di Tribeca, New York.
swipe

Kelompok advokasi transparansi di Amerika Serikat membuka pameran di New York yang menampilkan seluruh dokumen kasus mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, termasuk arsip yang berkaitan dengan Presiden AS Donald Trump.

Pameran bertajuk “The Donald J. Trump and Jeffrey Epstein Memorial Reading Room” itu digelar di kawasan Tribeca, New York, dengan menampilkan sekitar 3,5 juta halaman dokumen yang dicetak dan dijilid menjadi 3.437 volume. Arsip tersebut berasal dari dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS melalui aturan Epstein Files Transparency Act. Pameran itu dibuka untuk umum hingga 21 Mei mendatang.

“Kebenaran sulit disangkal ketika hal itu dicetak dan dijilid untuk dilihat langsung,” tulis situs Institute of Primary Facts, organisasi nirlaba berbasis di Washington yang menjadi penggagas pameran tersebut.

Meski dipamerkan untuk umum, pengunjung tidak diperbolehkan membaca langsung isi dokumen karena Departemen Kehakiman AS disebut gagal menyamarkan nama sejumlah korban dalam arsip tersebut. Akses hanya diberikan kepada kalangan tertentu seperti jurnalis dan pengacara.

Selain memamerkan dokumen, pameran tersebut juga menyoroti hubungan lama antara Trump dan Epstein yang diketahui berteman selama puluhan tahun sebelum dikabarkan berselisih pada 2004 terkait transaksi properti. Trump sendiri berulang kali membantah melakukan pelanggaran meski namanya muncul dalam sejumlah dokumen Epstein.

Salah satu kreator proyek, David Garrett, mengatakan tujuan pameran itu untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

“Kami adalah organisasi pro-demokrasi, dengan tujuan mendidik masyarakat menggunakan museum dadakan semacam ini,” kata Garrett.

Ia juga menilai perlu ada tekanan publik terkait penanganan dokumen Epstein oleh pemerintahan Trump.

“Harus ada protes publik yang nyata,” tegasnya.

Sebagai informasi, Epstein meninggal dunia dalam tahanan federal pada 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks terhadap anak di bawah umur.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan