close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi lokasi pertambangan. Foto Freepik.
icon caption
Ilustrasi lokasi pertambangan. Foto Freepik.
Peristiwa
Senin, 02 Februari 2026 13:59

AS, Inggris, Australia dan Uni Eropa bahas aliansi mineral kritis, kurangi ketergantungan dengan China

AS, Inggris, Australia dan Uni Eropa membahas aliansi mineral kritis di Washington untuk memperkuat rantai pasok non-China dan mengurangi ketergantungan global.
swipe

Amerika Serikat, Inggris, Australia, Uni Eropa, Jepang, dan Selandia Baru akan menggelar pertemuan tingkat menteri di Washington pada pekan ini. Pertemuan tersebut membahas pembentukan aliansi strategis mineral kritis guna memperkuat rantai pasok global di luar China. Sekitar 20 negara dijadwalkan terlibat dalam pertemuan ini, termasuk negara-negara G7, India, Korea Selatan, dan Meksiko.

Pertemuan ini digelar atas inisiatif Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dengan tujuan mempercepat pembangunan rantai pasok non-China melalui dukungan investasi dan skema harga. Fokus utama pembahasan adalah upaya mengamankan pasokan mineral kritis dan rare earth di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan global.

Mineral kritis menjadi komponen penting dalam berbagai industri strategis, mulai dari teknologi digital hingga sektor pertahanan. Bahan baku ini dibutuhkan untuk memproduksi ponsel pintar, turbin angin, jet tempur, hingga perangkat audio.

Pertemuan ini juga dipandang sebagai upaya memperbaiki hubungan transatlantik yang sempat terganggu selama setahun terakhir akibat konflik dagang dengan Presiden AS, Donald Trump. Selain itu, aliansi mineral kritis dinilai dapat menjadi model kerja sama lanjutan, termasuk di sektor baja.

Melansir dari The Guardian, Senin (2/2), Australia mengumumkan akan membentuk cadangan strategis mineral senilai 1,2 miliar dolar Australia atau sekitar Rp13 miliar. Cadangan ini mencakup mineral yang dinilai rentan terhadap gangguan pasokan dari China, yang pada April lalu membatasi ekspor rare earth sebagai respons atas kebijakan tarif liberation day dari Trump.

Salah satu isu utama dalam pertemuan Washington adalah dorongan agar Amerika Serikat menjamin harga minimum bagi mineral kritis dan rare earth. Namun, laporan yang menyebut Washington tidak akan mengambil langkah tersebut

Meski demikian, Menteri Sumber Daya Australia, Madeleine King menegaskan kebijakan AS tidak akan menghambat langkah negaranya.

“Keputusan AS untuk tidak menawarkan jaminan harga minimum tidak akan menghentikan Australia menjalankan program cadangan mineral kritis,” ujarnya.

Dalam pernyataan sebelum pertemuan, Departemen Luar Negeri AS menyatakan.

“Memperkuat rantai pasok mineral kritis bersama mitra internasional sangat penting bagi perekonomian AS, keamanan nasional, kepemimpinan teknologi, dan masa depan energi yang tangguh,” kata Departemen Luar Negeri AS.

Sumber Uni Eropa menyebutkan, jika pembahasan berjalan positif, pertemuan ini dapat menghasilkan pernyataan bersama yang menandai perubahan penting dalam hubungan AS dengan para sekutunya. Kerja sama tersebut diharapkan membantu negara-negara sekutu mengurangi risiko ketergantungan pada China, bukan terus menghadapi ancaman tarif dari AS.

Di sisi lain, Uni Eropa juga diperkirakan memanfaatkan forum ini untuk mendesak AS mencabut tarif turunan baja global yang baru. Kebijakan tersebut berpotensi mengenakan tarif tinggi pada produk berbahan baja, mulai dari pintu aluminium hingga turbin angin.

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan ketidakpastian tarif telah menggerus kepercayaan.

“Ini soal kepercayaan. Ketika sebuah kesepakatan ditandatangani, seharusnya berlaku. Ancaman tarif yang terus-menerus harus dihentikan,” ujarnya.

Isu mineral kritis semakin strategis seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global. Saat ini, Eropa masih sangat bergantung pada China untuk pasokan magnet permanen berbasis rare earth. Data Komisi Eropa menunjukkan Uni Eropa menggunakan sekitar 20.000 ton magnet permanen per tahun, dengan 17.000 hingga 18.000 ton di antaranya berasal dari China, sementara hanya sekitar 1.000 ton diproduksi di Eropa.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan