close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Korea Utara. Foto: Ist
icon caption
Korea Utara. Foto: Ist
Peristiwa
Rabu, 03 Juni 2026 17:18

Jenderal AS sebut Korea Selatan sebagai belati di jantung asia, Korea Utara marah besar

Korea Utara mengecam pernyataan Jenderal AS yang menyebut Korea Selatan sebagai "belati di jantung Asia" untuk membendung China.
swipe

Korea Utara mengecam pernyataan komandan pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan, Jenderal Xavier Brunson, yang menyebut Korea Selatan sebagai "belati di jantung Asia". Pyongyang menilai pernyataan tersebut mencerminkan strategi Washington untuk membendung pengaruh China di kawasan.

Dilansir CNA, Rabu (3/6), kritik tersebut disampaikan melalui komentar analis Kim Myong Chol yang dimuat kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA. Ia menuduh Amerika Serikat menggunakan Korea Selatan sebagai alat geopolitik dalam upaya menekan China.

Menurut Kim, pernyataan Brunson menunjukkan AS sebagai pihak yang mengganggu perdamaian dan memperkuat ketegangan regional. Ia menilai Washington berupaya menjadikan Seoul sebagai instrumen penting dalam strategi kawasan yang berorientasi pada pembatasan pengaruh Beijing.

Pernyataan Brunson sebelumnya disampaikan dalam sebuah wawancara di tengah spekulasi bahwa Washington berencana memperluas peran Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK) dalam menghadapi pengaruh China di kawasan Asia Timur.

Dalam wawancara tersebut, Brunson mengatakan bahwa dari pesisir timur China, Korea Selatan terlihat seperti "belati di jantung Asia". Ia juga menggambarkan Jepang sebagai "perisai" yang dapat menjadi penahan terhadap ambisi regional China.

Saat ini sekitar 28.500 tentara AS ditempatkan di Korea Selatan sebagai bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara dalam menghadapi ancaman dari Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan telah mengetahui pernyataan Brunson dan terus melakukan komunikasi dengan pihak Amerika Serikat mengenai berbagai isu terkait. Sejumlah media lokal melaporkan Seoul juga telah menyampaikan kekhawatiran kepada Washington atas komentar tersebut.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di Seoul pekan lalu turut mengecam pernyataan Brunson. Beijing menilai komentar tersebut telah "melewati batas" serta sarat dengan sikap permusuhan terhadap China. Pemerintah China bahkan mempertanyakan apakah pernyataan tersebut benar-benar mewakili kebijakan resmi Washington.

Ketegangan diplomatik ini menambah kompleksitas hubungan di Asia Timur, di tengah persaingan strategis yang semakin tajam antara Amerika Serikat dan China serta situasi keamanan yang terus menjadi perhatian di Semenanjung Korea.

 

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan