sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Trump: Laporan soal kesehatan Kim Jong-un tidak benar

Trump menolak mengatakan apakah dia menjalin komunikasi dengan pejabat Korea Utara.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 24 Apr 2020 09:44 WIB
Trump: Laporan soal kesehatan Kim Jong-un tidak benar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (23/4) mengungkap keraguan pada laporan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tengah sakit parah. Namun, Trump menolak mengatakan apakah dia menjalin komunikasi dengan pejabat Korea Utara.

"Menurut saya laporan itu tidak benar," kata Trump dalam briefing harian Gedung Putih, menambahkan bahwa dia telah mendengar laporan itu didasarkan pada dokumen lama.

Trump dan Kim Jong-un kerap berkomunikasi, bahkan Trump mengirim pesan selamat ulang tahun kepada pemimpin Korea Utara tersebut.

"Kami memiliki hubungan yang baik dengan Korea Utara, saya memiliki hubungan baik dengan Kim Jong-un dan saya berharap dia baik-baik saja," ujar Trump.

Daily NK, surat kabar daring bermarkas di Korea Selatan yang fokus meliput Korea Utara, pada Senin (20/4) melaporkan bahwa Kim Jong-un, yang diyakini berusia sekitar 36 tahun, tengah dalam masa pemulihan setelah menjalani prosedur kardiovaskular pada 12 April.

Media itu mengutip sumber tanpa nama di Korea Utara. Sementara itu, media Korea Utara, KCNA, tidak melaporkan apa-apa tentang kondisi kesehatan atau keberadaan Kim Jong-un.

Dua pejabat Korea Selatan telah menampik laporan CNN, yang mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan, AS sedang memantau laporan intelijen bahwa Kim Jong-un berada dalam kondisi serius setelah operasi.

Pada Selasa (21/4), Trump, yang mengadakan KTT yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Presiden AS dan pemimpin Korea Utara, menyebutkan bahwa laporan terkait kondisi Kim Jong-un belum dikonfirmasi dan dia tidak meyakininya.

Sponsored

Kim Jong-un adalah pemimpin turun-temurun generasi ketiga yang memerintah Korea Utara dengan tangan besi. Dia berkuasa setelah ayahnya Kim Jong-il meninggal pada 2011 akibat serangan jantung.

Pejabat AS sendiri membenarkan bahwa Kim Jong-un memiliki sejarah dengan masalah kesehatan dan kelebihan berat badan. Dan hal itu setidaknya meningkatkan kemungkinan yang dapat dipercaya bahwa dia menderita semacam krisis kesehatan.

Tetapi mereka tidak menganggap teori bahwa Kim Jong-un mengalami serangan jantung atau kemunduran kesehatan serius lainnya terkonfirmasi mengingat ini bukan kali pertama pemimpin Korea Utara itu menghilang dari pandangan publik.

Para ahli di pemerintah AS tidak meyakini bahwa saudara perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong, adalah suksesor jika pemimpin Korea Utara itu meninggal. Yang mereka percaya adalah tidak ada penerus yang telah ditunjuk dengan jelas.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya

Penampakan Redmi K50 terkuak

Selasa, 27 Jul 2021 11:14 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB