close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Malaysia. Foto Pixabay.
icon caption
Ilustrasi Malaysia. Foto Pixabay.
Peristiwa
Senin, 20 April 2026 13:40

Malaysia prioritaskan pasokan energi ke Australia di tengah krisis Timur Tengah

Malaysia prioritaskan pasokan energi ke Australia melalui Petronas di tengah krisis Timur Tengah, sambil perkuat kerja sama pangan dan energi.
swipe

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan perusahaan energi milik negara, Petronas, akan memprioritaskan pasokan bahan bakar ke Australia di tengah gangguan energi akibat konflik di Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Anwar usai bertemu Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Putrajaya, Kamis (16/4).

Dilansir dari Channel Asia News, Senin (20/4), Anwar menjelaskan, kebijakan itu diambil setelah kedua negara membahas peningkatan kerja sama di sektor energi dan pertanian.

“Prioritasnya adalah kebutuhan dalam negeri, tetapi di sinilah negosiasi antarsahabat sangat penting,” ujar Anwar.

Ia menambahkan, Malaysia juga membutuhkan pasokan fosfat mineral dari Australia, yang dapat ditukar dengan pengiriman urea ke negara tersebut.

Kunjungan Albanese ke Malaysia menjadi bagian dari rangkaian tur Asia Tenggara setelah sebelumnya menyambangi Singapura dan Brunei. Lawatan ini bertujuan memperkuat kerja sama pasokan pangan dan energi.

Dalam kesempatan yang sama, Albanese menyatakan pemerintah Australia telah mengamankan tambahan 100 juta liter solar dari dua pengiriman, masing-masing dari Brunei dan Korea Selatan.

“Ini adalah pengiriman pertama dari banyak pengiriman yang diharapkan dapat diamankan melalui cadangan strategis baru pemerintah,” ujarnya.

Australia juga menegaskan akan tetap menghormati kontrak energi yang sudah berjalan dengan Malaysia, meskipun terjadi gangguan pasokan global.

Diketahui, Australia merupakan salah satu pemasok utama gas alam bagi Malaysia, dengan kontribusi sekitar 20% dari kebutuhan domestik. Selain sektor energi, kedua negara juga memperkuat kerja sama di bidang pangan. Anwar dan Albanese menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman terkait perdagangan daging halal.

Albanese menyebut kesepakatan ini akan meningkatkan ekspor daging merah Australia sekaligus mendukung ketahanan pangan Malaysia.

Malaysia sendiri dikenal sebagai salah satu pemimpin global dalam industri halal, dengan standar sertifikasi yang telah diakui secara luas.

 

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan