sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Berpelukan, Sandiaga pamit pada Anies

Sandi memeluk Anies dan meminta izin hengkang dari Jakarta, untuk mendampingi Prabowo sebagai cawapres.

Akbar Persada Purnama Ayu Rizky
Akbar Persada | Purnama Ayu Rizky Jumat, 10 Agst 2018 11:02 WIB
Berpelukan, Sandiaga pamit pada Anies

Segera setelah penetapan dirinya sebagai cawapres, Wagub DKI Sandiaga Uno berpamitan pada Gubernur DKI Anies Baswedan. Dalam unggahannya di Twitter, pria kelahiran 1969 ini menulis salam perpisahan sembari memeluk Anies.

Mas @aniesbaswedan, saya memohon doa dan restu untuk memperjuangkan sesuatu yang lebih besar lagi, yaitu untuk menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Beberapa jam sebelum foto itu beredar luas, Prabowo memang mengumumkan deklarasi koalisinya yang memutuskan penunjukan Sandi sebagai calon RI-2.

Tak lama setelah itu, Anies lewat akun Instagram-nya @aniesbaswedan, juga menceritakan momen “pamitan” Sandi padanya di Balaikota.

"Telah dicukupkan kerja berpasangan di Balaikota DKI. Diskusi rutin di ruang gubernur pada hari Kamis sore kemarin tercatat jadi diskusi penghabisan. Sebuah babak baru telah dimulai. Semoga Allah lindungi dan kuatkan dalam perjuangan Bro @sandiuno ke depan. Barakallah, Bro!*ABW," tulis Anies Baswedan.

Sandi sendiri baru memimpin Jakarta selama kurang dari sepuluh bulan. Setelah dilantik pada 16 Oktober 2017 lalu, Sandi bersama Anies menyusun sejumlah program. Dilansir dari situs Jakartamajubersama, mereka membuat program, antara lain revisi Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar; pembukaan 200.000 lapangan kerja baru; mencapai ketahanan pangan; pemberdayaan perempuan; menyetop reklamasi Jakarta; rumah DP 0 rupiah, biaya hidup terjangkau; hingga menghijaukan Jakarta.

Dari sekian program yang telah disusun, beberapa di antaranya sudah terealisasi, meski pengamat menilai cenderung memaksakan diri. Misalnya, pada pengesahan pembangunan rumah DP 0 rupiah di Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/2) kemarin. Anies dan Sandi menolak untuk hadir, meski sebelumnya telah mengumumkan akan ikut merilis perumahan tersebut.

Sponsored

Anggota Komisi Pembangunan DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menilai, dibatalkannya peresmian rumah DP 0 rupiah oleh Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan tanda tidak matangnya program tersebut digulirkan. Dengan demikian, politikus Partai Nasdem ini mengingatkan, warga tak gegabah dan terbuat promosi dari program rumah yang digadang Anies-Sandi sejak kampanye itu.

Terlebih, Bestari mengatakan pada Alinea, perangkat pendukung pelaksanaan program tersebut belum ada. Seperti payung hukum yang mendasari pelaksanaan program tersebut. Kemudian, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang akan mengatur pembelian rumah DP 0 rupiah. Serta, skema pembayaran cicilan rumah DP 0 rupiah belum ada juga.

Contoh lain, penghentian reklamasi lahan di Jakarta juga urung dilakukan keduanya. Anies dan Sandi yang sedari awal menolak reklamasi, Juni 2018 justru menggulirkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 58 Tahun 2018 tentang Pembentukan, Organisasi, dan Tata Kerja Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta.

Kendati tak melakukan pembongkaran, tapi hanya penyegelan bangunan di Pulau D hasil reklamasi, belakangan Anies-Sandiaga ternyata memutuskan untuk melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Setelah Sandi pamit dari Jakarta, maka Anies praktis akan didampingi orang baru untuk menuntaskan tugas-tugas di Ibu Kota. Pencalonan Sandi sendiri didukung tiga koalisi partai, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara Demokrat belum resmi meneken pernyataan dukungan tersebut hingga pagi ini.

Berita Lainnya